Session 1 hakikat, filsafat dan perkembangan Ilmu Manajemen

of 24/24
PENGANTAR MANAJEMEN # SESSION 1 "HAKIKAT & PERKEMBANGAN MANAJEMEN" OLEH : AHMAD KURNIA, SPD,MM STBA JIA BEKASI

Embed Size (px)

description

Pengantar manajemen khususnya bagi pengenalan mahasiswa tentang hakikat ilmu dan perkembangan ilmu manajemen dan filosofi yang terkandung dialamnya

Transcript of Session 1 hakikat, filsafat dan perkembangan Ilmu Manajemen

  • 1. OLEH : AHMAD KURNIA, SPD,MM STBA JIA BEKASI

2. Bahan perkuliahan Definisi manajemen Prinsip manajemen 3. Session 1 # Definisi, prinsip, filsafat manajemen Manajemen berasal dari bahasa Prancis kuna mnagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Karenanya, manajemen dapat diartikan sebagai ilmu dan seni tentang upaya untuk memanfaatkan semua sumber daya yang dimiliki untuk mencapai tujuan secara efektif dan efesien. 4. #Definisi ilmu manajemen Manajemen : keahlian untuk menggerakan orang untuk melakukan suatu pekerjaan (the art of getting thing done through people) (Lawrence A. Appley, American Management Association) Manajemen : seni dan ilmu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian dan pengontrolan dari pada human and natural resources untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu.(oey Liang Gie, Guru besar manajemen UI) Manajemen sebagai proses yang khas yang terdiri dari tindakan-tindakan : perencanaan, pengorganisasian, menggerkan dan pengawasan yang dialkukan untuk menentukan serta mencapai sasaran-sasaran yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumber daya manusia serta sumber-sumber lain. (George R. Terry, Ph.D) 5. # Manajemen sebagai ilmu Manajemen sebagai ilmu, seni, dan profesi Ilmu manajemen merupakan suatu kumpulan pengetahuan yang disistemisasi, dikumpulkan dan diterima kebenarannya. Hal ini dibuktikan dengan adanya metode ilmiah yang dapat digunakan dalam setiap penyelesaian masalah dalam manajemen. Metode ilmiah pada hakikatnya meliputi urutan kegiatan sebagai berikut. 6. # Metode ilmiah Mengetahui adanya persoalan. Mendefinisikan persoalan. Mengumpulkan fakta, data dan informasi. Menyusun alternatif penyelesaian. Mengambil keputusan dengan memilih salah satu alternatif penyelesaian. Melaksanakan keputusan serta tindak lanjut. 7. # Manajemen sebagai seni Selain manajemen sebagai ilmu, manajemen juga dianggap sebagai seni. Hal ini disebabkan oleh kepemiminan memerlukan kharisma, stabilitas emosi, kewibawaan, kejujuran, kemampuan menjalin hubungan antaramanusia yang semuanya itu banyak ditentukan oleh bakat seseorang dan tidak dapat dipelajari. 8. # Perkembangan ilmu Banyak kesulitan yang terjadi dalam melacak sejarah manajemen. Beberapa orang melihatnya (dengan definisi) sebagai konseptualisasi modern yang terlambat (dalam hal modernitas yang terlambat). Istilah tersebut manajemen tidak memiliki sejarah pra-modern, hanya merupakan pertanda. Beberapa orang lainnya, mendeteksi aktivitas mirip-manajemen di masa pra-modern akhir. beberapa penulis melacak perkembangan pemikiran manajemen pada pedagang-pedangan Sumeria dan pembangun piramid Mesir. Para pemilik budak selama berabad-abad menghadapi permasalahan eksploitasi/memotivasi budak yang bergantung namun terkadang suka melawan (memaksa otoritas), namun banyak perusahaan pra-industri, dengan skala mereka yang kecil, tidak merasa terdorong ungtuk menghadapi permasalahan manajemen secara sistematis. namun, inovasi seperti penyebaran sistem angka Hindu-Arab (abad ke-5 hingga ke15) dan kodifikasi kesekretariatan entri-ganda (1494) menyediakan perangkat untuk penilaian, perencanaan dan kendali manajemen. 9. Next.sejarah manajemen Abad 19 Bidang pelajaran manajemen berkembang dari ekonomi dalam abad 19. Pelaku Ekonomi klasik seperti Adam Smith dan John Stuart Mill memberikan teori teori pengaturan sumber daya| pengaturan sumber daya, produksi dan penetapan harga. Pada saat yang hampir bersamaan, penemu seperti Eli Whitney, James Watt, dan Matthew Boulton mengembangkan teknik produksi seperti Penetapan standar, prosedur kontrol kualitas, akuntansi biaya, penukaran bahan, dan perencanaan kerja. Pada pertengahan abad 19, Robert Owen, Henry Poor, dan M. Laughlin dan lain-lain memperkenalkan elemen manusia dengan teori pelatihan, motivasi, struktur organisasi dan kontrol pengembangan pekerja. Pada akhir abad 19, Pelaku ekonomi marginal Alfred Marshall dan Leon Walras dan lainnya memperkenalkan lapisan baru yang kompleks ke teori manajemen. Pada 1900an manajer mencoba mengganti teori mereka secara keseleruhan berdasarkan sains. 10. Next.sejarah manajemen Abad 20 Teori pertama tentang manajemen yang lengkap muncul sekitar tahun 1920. Orang seperti Henry Fayol dan Alexander Church menjelaskan beberapa cabang dalam manajemen dan hubungan satu sama lain. Peter Drucker menulis salah satu buku paling awal tentang manajemen terapan: "Konsep Korporasi" (Concept of the Corporation), diterbitkan tahun 1946. Buku ini muncul atas ide Alfred Sloan (chairman dari General Motors) yang menugaskan penelitian tentang organisasi. H. Dodge, Ronald Fisher, dan Thorton C Fry memperkenalkan teknik statistika ke dalam manajemen. Pada tahun 1940an, Patrick Blackett mengkombinasikan teori statistika dengan teori mikroekonomi dan lahirlah ilmu riset operasi. Riset operasi, sering dikenal dengan "Sains Manajemen", mencoba pendekatan sains untuk menyelesaikan masalah dalam manajemen, khususnya di bidang logistik dan operasi. 11. # Filsafat manajemen Berbagai teori manajemen berdasar pada filsafat dibawah ini antara lain : filasafat idealisme (suatu keadaan yang amat sempurna yang menjadi pola dari segala sesuatu yang kita dapati didunia ini), filsafat ini diterapkan dalam manajemen marxis dan codetermination yang popular di Negara sosialis, jerman dan skandinavia. filsafat realisme (dunia ini dan segala sesuatu yang terdapat didalamnya adalah kenyataan yang tidak dapat dibantah), filsafat ini beriringan dengan revolusi industri inggeris yang disusun Frederick W. taylor. Filsafat neo-thomisme (kenyataan itu rasio, keadaan, dan Tuhan sedangkan kebenaran adalah intuisi, segala sesuatu yang masuk akal dan yang diwahyukan Tuhan) banyak dipraktikan oleh manajemen katholik yang merujuk pada bible filsafat pragmatisme (pengalaman dan segala sesuatu yang dapat dialami oleh manusia, keberanaran dapat dilihat dari pendapat umum) yang banyak merujuk pada manajemen yang berlaku umum mellaui opini public. filsafat eksistensialisme (kenyataan adalah eksistensi atau keadaan yang menyerupai itu, kebenaran adalah pendapat yang sejalan dengan pandangan pribadi seseorang), peran manusia menjadi perhatian utama. 12. # Praktik manajemen Aplikasi dari filsafat melahirkan beeberapa tahapan penerapan manajemen sebagaimana yang diungkapkan George R. Terry (2006:67) membagi tahapan praktik manajemen antara lain : manajemen partisipasi manajemen berdasarkan hasil (result management) manajemen memperkaya pekerjaan (job enrichment), manajemen prioritas produktifitas, manajemen berdasarkan kemungkinan (contingency management) manajemen pemanfaatan konflik Odiorne membagi praktek manajemen dengan beberapa tahapan : Manajemen memaksa (1920-an dan 1930-an) Manajemen mementingkan hubungan kemanusiaan (1940-an) Manajemen menggunakan tekanan (1950-an) Manajemen menurut keadaan (1960-an) Bennet Silalahi (2001:10) membagai praktik manajemen menjadi 5 tahapan antara lain : manajemen teknologis manajemen administratif manajemen sistem kemanusiaan manajemen ilmiah manajemen sasaran dan hasil 13. # Prinsip dan fungsi manajemen Pembagian kerja (Division of work) Wewenang dan tanggung jawab (Authority and responsibility) 'Disiplin (Discipline) Kesatuan perintah (Unity of command) Kesatuan pengarahan (Unity of direction) 14. Prinsip(Next..) Mengutamakan kepentingan organisasi di atas kepentingan sendiri Penggajian pegawai Pemusatan (Centralization) Hirarki (tingkatan) Ketertiban (Order) Keadilan dan kejujuran Stabilitas kondisi karyawan 15. Next> Prakarsa (Inisiative) Semangat kesatuan, semangat korp 16. Fungsi manajemen George R. Terry dalam bukunya priciples of management adalah POAC (planning, organizing, actuating dan controlling), Koontz, Odonnel & Nielander : perencanaan (planning), mengorganisasi (organizing), pengadaan (staffing), mengarahkan (directing) dan mengawasi (controlling), Henry Fayol (planning, organizing, commanding, cordinatong dan controlling), Luther M. Gullick : perencanaan (planning), mengorganisasi (organizing), pengadaan tenaga kerja (staffing), mengarahkan (directing), menyeleraskan/mengkoordinasikan (coordinating),melaporkan (reporting), menyusun anggaran (budgeting) Bennet Silalahi : perencanaan (planning), pengambilan keputusan (decision making) dan ketatalaksanaan (implementation) serta fungsi terakhir dipecahkan kembali menurut besar kecilnya perusahaan : membina organisasi (organizational development), memimpin (leading) dan mengawasi (controlling) 17. Fungsi manajemen Fungsi manajemen adalah elemen-elemen dasar yang akan selalu ada dan melekat di dalam proses manajemen yang akan dijadikan acuan oleh manajer dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan. Manajer ----> Mengelola fungsi-fungsi --> Tujuan I *Perencanaan *Organisasi *Pelaksanaan *Pengawasan 18. Perencanaan (Planning) Kegiatan seorang manajer adalah menyusun rencana. Menyusun rencana berarti memikirkan apa yang akan dikerjakan dengan sumber yang dimiliki. Agar dapat membuat rencana secara teratur dan logis, sebelumnya harus ada keputusan terlebih dahulu sebagai petunjuk langkah-langkah selanjutnya. Pengorganisian (Organizing) Pengorganisasian atau organizing berarti menciptakan suatu struktur dengan bagian-bagian yang terintegrasi sedemikian rupa sehingga hubungan antarbagian-bagian satu sama lain dipengaruhi oleh hubungan mereka dengan keseluruhan struktur tersebut. Pengorganisasian bertujuan membagi suatu kegiatan besar menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih kecil. Selain itu, mempermudah manajer dalam melakukan pengawasan dan menentukan orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas-tugas yang telah dibagi-bagi tersebut. 19. NextFungsi manajemen Menggerakkan (Actuating) Menggerakkan atau Actuating adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan manajerial dan usaha-usaha organisasi. Jadi actuating artinya adalah menggerakkan orang-orang agar mau bekerja dengan sendirinya atau penuh kesadaran secara bersama-sama untuk mencapai tujuan yang dikehendaki secara efektif. Dalam hal ini yang dibutuhkan adalah kepemimpinan (leadership). Pengawasan (Controling) Pengawasan merupakan tindakan seorang manajer untuk menilai dan mengendalikan jalannya suatu kegiatan yang mengarah demi tercapainya tujuan yang telah ditetapkan. 20. PERKEMBANGAN TEORI MANAJEMEN TEORI MANAJEMEN KLASIK Perkembangan Awal Teori Manajemen ,ada 2 tokoh yang mengawali munculnya manajemen ilmiah,yaitu: Robert Owen (1771-1858) Chahrles Babbage (17792-1871) MANAJEMEN ILMIAH Aliran manajemen ilmiah (scientific management) ditandai dengan kontribusi-kontribusi dari: Frederick W. Taylor (1856-1915) Frank dan Lilian Gilbert (1868-1924 dan 1878-1972) Henry L.Gallant (1861-1919) Harrington emerson (1853-1931) TEORI MANAJEMEN KLASIK Henry Fayol (1841-1925) Ia membagi operasi-operasi perusahan menjadi 6 kegiatan yaitu: Teknik Komersial Keuangan Keamanan Akuntansi Manajerial 21. James D. Mooney, Dia mendefinisikan organisasi sebagai sekelompok,dua atau lebih orang yang bergabung untuk tujuan tertentu.Menurutnya untuk merancang organisasi perlu diperhatikan 4 kaidah,yaitu: Koordinasi Prinsip Saklar Prinsip fungsional Prinsip staf Many Parker follet (1868-1933), Dia menguraikan suatu pola organisasi yang ideal dimana manajer mencapai koordinasi melalui komunikasi yang terkendali dengan para karyawan. Chaster I. Bernard (1886-1961), Dia memendang organisasi sebagai sistem kegiatan yang diarahkan pada tujuan.Fungsi-fungsi utama manajemen,menurut pandangan Bernard,adalah perumusan tujuan dan pengadaan sumber daya-sumber daya yang dibutukan untuk mencapai tujuan. 22. PERILAKU ORGANISASI Perilaku organisasi ditandai dengan pandangan dan pendapat baru tentang perilaku manusia dan sistem sosial.Tokoh-tokoh aliran ini antara lain: Abraham Maslow Douglas McGregor dengan Teori X dan Teori Y nya. Frederick herzberg Robert Blake dan Jane Mounton Rensis Likert Fred Fiedler Chris Argyris Edgar Schein 23. PERKEMBANGAN TEORI MANAJEMEN DIMASA MENDATANG Ada lima kemungkinan arah perkembangan teori manajemen selanjutnya di masa mendatang,yaitu: Dominan Divergence Convergence Sintesa Proliferation