Tingkat Pengetahuan Siswa Tentang Kesehatan Gigi Dan Mulut

20
Karya Tulis Ilmiah (KTI) Kamis, 03 Maret 2011 Tingkat pengetahuan siswa tentang kesehatan gigi dan mulut PENDAHULUAN BAB 1 1.1 Latar Belakang Pengetahuan adalah merupakan hasil “tahu” dan ini terjadi setelah seseorang mengadakan penginderaan terhadap suatu objek tertentu, pengetahuan umumnya datang dari penginderaan yang terjadi melalui panca indera manusia, yaitu: indera penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba. Pada waktu penginderaan sampai menghasilkan pengetahuan tersebut sangat dipengaruhi oleh intensitas persepsi terhadap objek. Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga (Notoadmojo, 2003:121). Pengetahuan sangat erat hubungannya dengan pendidikan, dimana diharapkan bahwa dengan pendidikan yang tinggi maka orang tersebut akan semakin luas pula pengetahuannya. Upaya kesehatan gigi perlu di tinjau dari aspek lingkungan, pengetahuan, pendidikan, kesadaran masyarakat dan penanaganan kesehatan gigi termasuk pencegahan dan perawatan. Dalam hal ini contohnya anak SD yang masih belum banyak memiliki pengetahuan yang luas

Transcript of Tingkat Pengetahuan Siswa Tentang Kesehatan Gigi Dan Mulut

Page 1: Tingkat Pengetahuan Siswa Tentang Kesehatan Gigi Dan Mulut

Karya Tulis Ilmiah (KTI)Kamis, 03 Maret 2011

Tingkat pengetahuan siswa tentang kesehatan gigi dan mulut

 PENDAHULUAN

                                                            BAB 1                                                             

1.1         Latar Belakang

Pengetahuan adalah  merupakan hasil “tahu” dan ini terjadi setelah seseorang mengadakan

penginderaan terhadap suatu objek tertentu, pengetahuan umumnya datang dari penginderaan

yang terjadi melalui panca indera manusia, yaitu: indera penglihatan, pendengaran, penciuman,

rasa dan raba. Pada waktu penginderaan sampai menghasilkan pengetahuan tersebut sangat

dipengaruhi oleh intensitas persepsi terhadap objek. Sebagian besar pengetahuan manusia

diperoleh melalui mata dan telinga (Notoadmojo, 2003:121). 

Pengetahuan sangat erat hubungannya dengan pendidikan, dimana diharapkan bahwa

dengan pendidikan yang tinggi maka orang tersebut akan semakin luas pula

pengetahuannya. Upaya kesehatan gigi perlu di tinjau dari aspek lingkungan, pengetahuan,

pendidikan, kesadaran masyarakat dan penanaganan kesehatan gigi termasuk pencegahan dan

perawatan. Dalam hal ini contohnya anak SD yang masih belum banyak memiliki pengetahuan

yang luas terutama tentang kesehatan gigi dan mulut. Usaha pemerintah dalam membangun

kesehatan tentunya membutuhkan orang-orang yang dapat memberikan penjelasan mengenai

kesehatan gigi dan aturan yang ada dalam bidang kesehatan, terutama kesehatan gigi (Kesehatan

Gigi dan Mulut. 2010). 

1Kesehatan gigi adalah bagian integral dari kesehatan umum, sehingga perlu bagi kesehatan gigi untuk senantiasa meningkatkan kemampuan sesuai dengan perkembangan kesehatan pada umumnya. Penyebab timbulnya masalah kesehatan gigi dan mulut pada masyarakat salah satunya adalah faktor perilaku atau sikap mengabaikan kebersihan gigi dan mulut

Page 2: Tingkat Pengetahuan Siswa Tentang Kesehatan Gigi Dan Mulut

(Notoatmodjo cit Fankari, 2004). Hal tersebut dilandasi oleh kurangnya pengetahuan akan pentingnya pemeliharaan gigi dan mulut. Anak masih sangat tergantung pada orang dewasa dalam hal menjaga kebersihan dan kesehatan gigi karena kurangnya pengetahuan anak mengenai kesehatan gigi dibanding orang dewasa. Pada umumnya keadaan kebersihan mulut anak lebih buruk dan salah satu faktor yang dapat merusak gigi adalah makanan dan minuman , yang mana ada yang menyehatkan gigi dan ada pula yang merusak gigi (Kesehatan Gigi dan Mulut, 1989: 132). Anak-anak umumnya senang gula-gula, apabila anak terlalu banyak makan gula-gula dan jarang membersihkannya, maka gigi-giginya banyak yang mengalami karies (Penyebab dan Gejala Timbulnya Karies Gigi.2010). Kerusakan pada gigi dapat mempengaruhi kesehatan anggota tubuh lainnya, sehingga dapat mempengaruhi aktivitas sehari-hari. Pentingnya perawatan gigi dan mulut serta menjaga kebersihannya karena mulut bukan sekedar pintu masuknya makanan dan minuman saja, tetapi mulut juga bisa menjadi pintu masuknya mikroorganisme yang dapat menyebabkan kerusakan pada gigi.

Berdasarkan hasil penelitian terhadap tingkat pengetahuan mengenai kesehatan gigi dan

mulut terdapat 76,2% anak Indonesia pada kelompok usia 12 tahun (kira-kira 8-10 anak)

mengalami gigi berlubang. Pada angka nasional untuk karies gigi usia 12 tahun mencapai

76,62%. Dan berdasarkan hasil survei sementara tentang tingkat pengetahuan anak tentang

kesehatan gigi dan mulut di SDN Tanjung Riu Kecematan Kurun Kabupaten Gunung Mas,

bahwa dari 30 siswa  ada banyak siswa yang kurang tahu tentang pentingnya kesehatan gigi dan

mulut salah satu contohnya ada 18 siswa yang mengalami gigi berlubang,3 siswa yang memiliki

gigi ompong, 6 siswa yang memiliki karang gigi dan 3 siswa yang hanya memiliki gigi yang

bersih dan sehat. Hal ini jelas menandakan adanya permasalahan yang cukup laten yaitu

minimnya kesadaran dan pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut di masyarakat terutama

di SDN Tanjung Riu Kecematan Kurun Kabupaten Gunung Mas (Buku induk siswa yang ada di

SDN Tanjung Riu Kecamatan Kurun Kabupaten Gunung Mas).

Upaya pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut serta pembinaan kesehatan gigi terutama

pada anak usia sekolah perlu mendapat perhatian khusus karena pada usia ini anak sedang

menjalani proses tumbuh kembang. Keadaan gigi sebelumnya akan berpengaruh terhadap

perkembangan kesehatan gigi pada usia dewasa nanti. Penyebab timbulnya masalah kesehatan

gigi dan mulut pada anak salah satunya adalah faktor perilaku atau sikap mengabaikan

kebersihan gigi dan mulut. Hal tersebut dilandasi oleh kurangnya pengetahuan akan pentingnya

pemeliharaan gigi dan mulut. Berdasarkan dari uraian diatas maka peneliti akan meneliti

bagaimana tingkat pengetahuan siswa kelas III, IV, dan V di SDN Tanjung Riu Kecematan

Kurun Kabupaten Gunung Mas tentang kesehatan gigi dan mulut.

1.1         Rumusan Masalah

Page 3: Tingkat Pengetahuan Siswa Tentang Kesehatan Gigi Dan Mulut

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Bagaimana tingkat pengetahuan tentang

kesehatan gigi dan mulut pada anak kelas III, IV, dan V di SDN Tanjung Riu Kecamatan Kurun

Kabupaten Gunung Mas?

1.2         Tujuan

1.2.1   Tujuan Umum

Mengidentifikasi gambaran tingkat pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut pada

anak kelas III, IV, dan V di SDN Tanjung Riu Kecamatan Kurun Kabupaten Gunung Mas.

1.2.2   Tujuan Khusus

1.        Mengidentifikasi pengetahuan tentang pengertian kesehatan gigi dan mulut.

2.        Mengidentifikasi pengetahuan tentang cara menyikat gigi.

3.        Mengidentifikasi pengetahuan tentang menjaga gigi agar sehat.

4.        Mengidentifikasi pengetahuan tentang makanan yang dapat merusak gigi.

5.        Mengidentifikasi pengetahuan tentang pencegahan gigi berlubang dan gusi berdarah.

6.        Mengidentifikasi pengetahuan tentang akibat tidak merawat gigi dan mulut.

1.3         Manfaat Penelitian

1.3.1   Bagi Siswa Sekolah Dasar

Memberikan imformasi kepada siswa dan menambah tingkat pengetahuan siswa tersebut

tentang kesehatan gigi dan mulut. Sehingga siswa sendiri menyadari akan pentingnya kesehatan

gigi dan mulut dan mengubah berbagai perilaku yang kurang baik.

1.3.2   Bagi Tempat Penelitian

Memberikan imformasi kepada guru, siswa bersangkutan dan pihak terkait mengenai

kesehatan gigi dan mulut sehingga perlu ditingkatkan lagi kegiatan UKS yang ada di SDN

Tanjung Riu Kecamatan Kurun Kabupaten Gunung Mas.

1.3.3   Bagi Petugas Kesehatan

Sebagai bahan masukan bagi tenaga kesehatan dan diharapkan dapat membantu

meningkatkan mutu pelayanan yang ada di Tanjung Riu serta ikut berperan aktif dalam

meningkatkan pengetahuan siswa tentang kesehatan gigi dan mulut dan sebagai bahan untuk

memperkuat teori tentang kesehatan gigi dan mulut sehingga perlu diperhatikan lagi.

1.4.4 Bagi Stikes Eka Harap

Penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan tambahan materi bacaan khususnya yang

berkenaan dengan bidang pengetahuan kesehatan gigi dan mulut, dan dapat digunakan sebagai

Page 4: Tingkat Pengetahuan Siswa Tentang Kesehatan Gigi Dan Mulut

bahan pertandingan jika suatu saat dilakukan penelitian tentang hal yang sama, serta menambah

wawasan dan pengetahuan bagi para pembacanya.

1.3.4   Bagi Peneliti/Mahasiswa

Dengan adanya penelitian ini dapat digunakan untuk mempraktekkan ilmu yang diperoleh

selama mengikuti kuliah dengan keadaan sesungguhnya dilapangan.

BAB

3                                                                                                                                   METODE

PENELITIAN

3.1         Desain Penelitian

Desain penelitian merupakan bentuk rancangan yang di gunakan dalam melakukan

prosedur penelitian (Alimul Aziz, 2008: 25).

Penelitian deskriptif bertujuan untuk mendeskripsikan atau memaparkan peristiwa-peristiwa

penting yang terjadi pada masa kini. Deskripsi peristiwa dilakukan secara sistematis dan lebih

menekankan pada data factual daripada penyimpulan (Nursalam, 2008 : 80).

Desain penelitian deskfriptif yaitu suatu metode penelitian yang dilakukan dengan tujuan

utama untuk membuat gambaran atau deskripisi tentang suatu keadaan secara objektif

(Notoatmodjo, 2002 : 138).

Dalam penelitian ini rancang bangun yang dipakai adalah deskriptif. Dalam penelitian ini

akan menggambarkan tingkat pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut pada anak kelas III,

IV, dan V di SDN Tanjung Riu Kecamatan Kurun Kabupaten Gunung Mas.

3.2         Kerangka Kerja

27Kerangka kerja merupakan tahap yang penting dalam suatu penelitian yaitu menyusun kerangka konsep. Konsep adalah abstraksi dari suatu realitas agar dapat dikomunikasikan dan membentuk suatu teori yang menjelaskan keterkaitan antarvariabel baik variable yang diteliti maupun yang tidak diteliti (Nursalam, 2009:55).

PopulasiSeluruh anak SD kelas III, IV, dan V di SDN Tanjung Riu Kecamatan Kurun Kabupaten Gunung

Mas

Sampel anak SD sebanyak 30 orang

Page 5: Tingkat Pengetahuan Siswa Tentang Kesehatan Gigi Dan Mulut

Teknik sampling dengan nonprobability samplingPengumpulan Data menggunakan wawancara dengan  kuisioner

Data ditabulasiAnalisis data secara deskriptifPenyajian dataSimpulan dan saran 

Gambar 3.1     Kerangka Kerja Penelitian Tingkat Pengetahuan anak SD tentang kesehatan Gigi dan Mulut.

3.3     Identifikasi Variabel

Identifikasi variabel  merupakan bagian penelitian dengan cara menentukan variabel-

variabel yang ada dalam penelitian seperti variabel independen, dependen, moderator,

control, dan intervening (Hidayat, 2008 : 34)

Variabel  independen merupakan variabel yang menjadi sebab perubahan atau timbulnya

variabel terikat (dependen). Variabel ini juga dikenal dengan nama variabel bebas artinya bebas

dalam memengaruhi variabel lain (Hidayat, 2008:35).

Variabel dalam penelitian ini adalah variabel bebas yaitu pengetahuan tentang kesehatan gigi

dan mulut.

3.4     Definisi Operasional

Page 6: Tingkat Pengetahuan Siswa Tentang Kesehatan Gigi Dan Mulut

Definisi operasional adalah definisi berdasarkan karakteristik yang diamati dari sesuatu

yang didefinisikan tersebut (Nursalam 2009:101).

Definisi operasional adalah mendefinisikan variabel secara operasional berdasarkan

karakteristik yang diamati, sehingga memungkinkan peneliti untuk melakukan observasi atau

pengukuran secara cermat terhadap suatu objek atau fenomena. Definisi operasional ditentukan

oleh parameter yang dijadikan ukuran dalam penelitian. Sedangkan cara pengukuran merupakan

cara dimana variabel dapat diukur dan ditentukan karakteristiknya.

Tabel 3.1    Definisi Operasional Tingkat pengetahuan anak SD tentang kesehatan gigi dan mulut

Variabel Definisi Operasiona

l

Parameter Alat Ukur Skala Skor

Tingkat pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut

Adalah kemampuan siswa untuk mengingat dan memahami materi gigi yang sehat dan mulut yang sehat

-      Pengertian kesehatan gigi dan mulut

-      Cara menyikat gigi

-      Bagaimana menjaga gigi agar tetap sehat

-      Makanan yang dapat merusak gigi

-      Pencegahan gigi berlubang

-      Akibat dari tidak merawat gigi

Wawancara

Kuesioner

Ordinal

Baik:              Nilai =76-100%  Cukup:            Nilai =56-75%Kurang:                   Nilai = ≤55%

Page 7: Tingkat Pengetahuan Siswa Tentang Kesehatan Gigi Dan Mulut

3.5         Populasi, Sampel dan Sampling

3.5.1  Populasi

Populasi dalam penelitian adalah subjek (misalnya manusia; klien) yang memenuhi kriteria

yang telah ditetapkan (Nursalam, 2009:89). Populasi dalam penelitian ini adalahsemua siswa

kelas III, IV, danV di SDN Tanjung Riu Kecamatan Kurun Kabupaten Gunung Mas.

1.        Populasi Target

       Populasi target adalah populasi yang memenuhi kriteria sampling yang akan menjadi sasaran

akhir penelitian. Pada penelitian ini populasi target yaitu anak SD kelas III, IV, dan V.

2.    Populasi Terjangkau

Populasi terjangkau adalah populasi yang memenuhi kriteria penelitian dan biasanya dapat

dijangkau oleh peneliti dari kelompoknya. Pada penelitian ini populasi terjangkau yaitu semua

siswa kelas III, IV, dan V yang berjumlah 30 orang yang diharapkan dapat mewakili semua

siswa yang ada di SDN Tanjung Riu Kecamatan Kurun Kabupaten Gunung Mas.

3.5.2   Sampel

Sampel terdiri dari bagian populasi terjangkau yang dapat dipergunakan sebagai subjek

penelitian melalui sampling. Sampel yang dipilih dalam penelitian ini

menggunakannonprobability sampling ( Nursalam, 2009: 94).

Besar sampel yang akan digunakan dalam penelitian ini sejumlah  30 siswa (total sampel)

yang data diperoleh dari buku induk siswa kelas III, IV, dan V di SDN Tanjung Riu Kecamatan

Kurun Kabupaten Gunung Mas dan sesuai dengan standar target sampel yang diinginkan

sehingga tidak perlu menggunakan rumus untuk menghitung besarnya sampel.

3.5.3  Sampling

Sampling adalah cara atau teknik untuk menentukan sampel (Wasis 2008:47).

Sampling adalah proses menyeleksi porsi dari populasi untuk dapat mewakili populasi.

Sample diambil menggunakan teknik ‘nonprobability sampling’  tertentu untuk bisa memenuhi

atau mewakili populasi dengan cara accidental sampling (consecutive sampling), yaitu pemilihan

sampel dengan menetapkan subjek yang memenuhi kriteria penelitian dimasukkan dalam

Page 8: Tingkat Pengetahuan Siswa Tentang Kesehatan Gigi Dan Mulut

penelitian sampai kurun waktu tertentu, sehingga jumlah klien yang diperlukan terpenuhi

(Nursalam 2009:94).

3.5.4   Kriteria Sampel

1.    Kriteria inklusi

       Adalah karakteristik umum subjek penelitian dari suatu populasi target yang terjangkau dan

akan diteliti (Nursalam, 2009: 92). Dalam penelitian ini kriteria inklusinya, yaitu :

1).   Anak SD kelas III, IV, dan V di SDN Tanjung Riu Kecamatan Kurun Kabupaten Gunung Mas

yang bersedia untuk diteliti dengan menandatangani surat persetujuan peserta penelitian.

2).   Tidak ada kelainan jiwa

3).   Tidak buta huruf atau bisa membaca

2.    Kriteria eksklusi

 Adalah menghilangkan/ mengeluarkan subjek yang memenuhi kriteria inklusi dari studi

karena berbagai sebab (Nursalam, 2009: 92).  Dalam penelitian ini kriteria eklusinya, yaitu :

1).   Tidak bersedia untuk diteliti

2).   Anak yang tidak kooperatif

3.6     Pengumpulan Data dan Analisa Data

3.6.1  Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian ini dilakukan di SDN Tanjung Riu Kecamatan Kurun Kabupaten Gunung

Mas.

3.6.2  Waktu Penelitian

Waktu penelitian dilakukan mulai bulan Juni sampai Juli 2010.

3.6.3   Pengumpulan Data

Pengumpulan data merupakan kegiatan penelitian untuk mengumpulkan data. Sebelum

melakukan pengumpulan data, perlu dilihat alat ukur pengumpulan data agar dapat memperkuat

hasil penelitian. Alat ukur pengumpulan data tersebut antara lain dapat berupa kuesioner/angket,

observasi, wawancara atau gabungan ketiganya (Hidayat, 2008 : 36).

Dalam penelitian ini digunakan alat ukur berupa angket/kuesioner yang merupakan alat

ukur berupa angket atau kuesioner dengan beberapa pertanyaan. Alat ukur ini digunakan bila

responden jumlahnya besar dan tidak buta huruf (Hidayat, 2008 : 36). Bila subjek buta huruf,

lanjut usia, dan sebjek kesulitan membaca yang lain, pertanyaan dapat diajukan secara langsung

kepada subjek atau disampaikan secara lisan oleh peneliti dari pertanyaan yang sudah tertulis

(Nursalam, 2008 : 109).

Jenis data yang dikumpulkan adalah :

Page 9: Tingkat Pengetahuan Siswa Tentang Kesehatan Gigi Dan Mulut

3.6.1.1  Data Primer

Data primer yaitu data yang dikumpulkan melalui wawancara atau interview dan

menggunakan kuesioner kepada siswa kelas III, IV, dan V di SDN Tanjung Riu Kecamatan

Kurun Kabupaten Gunung Mas.

3.6.1.2  Data Sekunder

Data sekunder yaitu data yang didapat dari Pihak Sekolah SDN Tanjung Riu Kecamatan

Kurun Kabupaten Gunung Mas tentang jumlah siswa kelas III, IV, dan V.

3.6.4  Analisis Data

Data yang telah diperoleh kemudian dilakukan pengolaan data sebagai berikut :

1. Pemberian kode (Coding) adalah cara mengkode responden, pertanyaan – pertanyaan

dan     segala hal yang dianggap perlu.

2. Scoring adalah menentukan skor/nilai untuk setiap item pertanyaan, tentukan nilai terendah dan

tertinggi, tetapkan jumlah kuesioner dan bobot masing – masing kuesioner

3.  Tabulasi data

     Tabulasi adalah proses penyusunan data ke dalam bentuk tabel pada tahap ini data dianggap

telah selesai diproses sehingga harus segera disusun kedalam suatu format yang telah dirancang.

4.  Analisis data

     Analisis pemberian skor dengan menggunakan skala ordinal, dimana jika responden memilih

jawaban benar diberi nilai 1, sedangkan jika jawaban responden salah diberi nilai 0. Setelah

jawaban terkumpul kemudian dinilai, dianalisa dan diprosentase dengan rumus :

                                      

Keterangan:  N  : Nilai Pengetahuan

Sm: Skor tertinggi maksimum                      

Sp : Skor yang didapat

Selanjutnya prosentase jawaban diinterpretasikan dalam kalimat kualitatif dengan acuan

sebagai berikut :

I.          Nilai = 76-100% jika pertanyaan yang dijawab benar oleh responden termasuk kategori baik.

II.       Nilai = 56-75% jika pertanyaan yang dijawab benar oleh responden termasuk kategori cukup.

III.    Nilai = ≤ 55% jika pertanyaan yang dijawab benar oleh responden termasuk kategori kurang.3.7 Keterbatasan

Keterbatasan yang akan dijumpai peneliti selama proses pengumpulan data sangat

bervariasi, yang menjadi keterbatasan peneliti adalah:

3.7.1        Masalah Pada Subjek

Page 10: Tingkat Pengetahuan Siswa Tentang Kesehatan Gigi Dan Mulut

3.7.1.1  Keterbatasan jumlah subjek

Peneliti mungkin menemui hambatan karena jumlah subjek yang tersedia atau mereka

menolak untuk menjadi peserta.

3.7.1.2  Subjek mortality

Subjek setuju untuk menjadi responden, akan tetapi salah dalam pengisian ataupun tidak

lengkap, ataupun subjek tidak ada ditempat pada waktu wawancara, atau tidak mengembalikan

daftar isian dari kuisioner atau terganggu kesehatannya sehingga dkeluarkan dari penelitian.

3.7.1.3  Subjek sebagai objek

Peneliti pada tahap pengumpulan data ini mungkin bersikap kurang sopan ataupun

menakut-nakuti sehingga isian atau jawaban yang diberikan tidak sesuai dengan kehendak

responden.

3.7.1.4  Pengaruh dari luar

Semua jawaban dari subjek dipengaruhi oleh orang disekitarnya.

3.7.2  Masalah Pada Peneliti

3.7.2.1 Interaksi

Peneliti kurang dapat melakukan interaksi dengan baik kepada subjek, sehingga informasi

yang diterima dari subjek kurang akurat

3.7.2.2 Kurangnya ketrampilan

Kurangnya ketrampilan ataupun pengalaman dalam pengumpulan data berdampak

terhadap data yang dikumpulkan.

3.8         Etika Penelitian

Dalam melakukan penelitian ini peneliti mendapat rekomendasi dari pembimbing dan

permintaan izin kepada Ka. Prodi DIII Keperawatan STIKES EKA HARAP untuk melakukan

penelitian di SDN Tanjung Riu Kecamatan Kurun Kabupaten Gunung Mas. Setelah

mendapatkan persetujuan, barulah melakukan penelitian dengan menekankan masalah etika yang

meliputi:

3.8.1  Informed Consent ( Lembar Persetujuan )

Subjek harus mendapatkan informasi secara lengkap tentang tujuan penelitian yang akan

dilaksanakan, mempunyai hak untuk bebas berpartisipasi atau menolak menjadi responden.

3.8.2  Anonimity (tanpa nama)

Subjek mempunyai hak untuk meminta bahwa data yang diberikan harus

dirahasiakan. Untuk menjaga kerahasiaan responden, peneliti tidak mencantumkan namanya

Page 11: Tingkat Pengetahuan Siswa Tentang Kesehatan Gigi Dan Mulut

pada lembar pengumpulan data, cukup dengan memberi nomer pada masing-masing lembar

tersebut.

3.8.1   Confidentiality (kerahasiaan)

 Kerahasiaan informasi dijamin oleh peneliti hanya kelompok data tertentu saja yang akan

disajikan atau dilaporkan sebagai hasil penelitian.

BAB 5                                                                                                                 KESIMPULAN

DAN SARAN

5.1         Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis mengenai tingkat

pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut di SDN Tanjung Riu Kecamatan Kurun

Kabupaten Gunung Mas maka dapat penulis simpulkan bahwa:

5.1.1   Data Umum

Data umum adalah data responden berdasarkan kelas bahwa dari 30 responden, 11 responden 

(37%) kelas V, 9 responden (30%) kelas IV, dan 10 responden (33%) yang kelas III.  Berdasarkan usia 

bahwa dari 30 responden, 26 responden (87%) berusia 8-10 tahun , dan 4 responden (13%)  berusia 11–

12 tahun. Berdasarkan jenis kelamin menunjukkan banyaknya siswa laki-laki berjumlah 20 orang (67%) 

dan siswa perempuan berjumlah 10 responden (33%). Berdasarkan imformasi bahwa 28 responden (93 

%) pernah mendapatakan info tentang kesehatan gigi dan mulut, dan 2 responden (7 %) tidak pernah 

mendapatkan info tentang kesehatan gigi  dan mulut.  Berdasarkan sumber  imformasi  bahwa dari  30 

responden, 9 responden (30%) sumber informasi dari pendidikan, 16 responden (54%) sumber informasi 

dari   TV/Radio,   responden  3   (10%)   sumber   informasi  dari   penyuluhan,  dan  2   responden   (6%)  tidak 

mendapatkan informasi tentang kesehatan gigi dan mulut.

61  

5.1.2        Data Khusus

5.1.2.1  Pengetahuan responden tentang pengertian kesehatan gigi dan mulut yaitu kategori baik

sebanyak 6 responden (20%), kategori cukup yang  sebanyak 9 responden (30%), dan kategori

Page 12: Tingkat Pengetahuan Siswa Tentang Kesehatan Gigi Dan Mulut

kurang sebanyak 15 responden (50%). Jadi, pengetahuan siswa tentang pengertian kesehatan gigi

dan mulut termasuk kurang.

5.1.2.2  Pengetahuan responden tentang cara menyikat gigi yaitu kategori baik sebanyak 7 responden

(23%), kategori sebanyak 18 responden (60%), dan kategori kurang sebanyak 5 responden

(17%). Jadi, pengetahuan siswa tentang cara menyikat gigi termasuk cukup.

5.1.2.3  Pengetahuan responden tentang menjaga gigi agar sehat yaitu kategori baik sebanyak 10

responden (33%), kategori cukup sebanyak 12 responden (40%), dan kategori kurang sebanyak 8

responden (27%). Jadi, pengetahuan siswa tentang menjaga gigi agar sehat termasuk cukup.

5.1.2.4  Pengetahuan responden tentang makanan yang dapat merusak gigi yaitu kategori baik sebanyak

7 responden (23%), kategori cukup tidak ada (0%), dan kategori kurang sebanyak 23 responden

(77%). Jadi, pengetahuan siswa tentang makanan yang merusak gigi termasuk kurang.

5.1.2.5  Pengetahuan responden tentang pencegahan gigi berlubang dan gusi berdarah yaitu kategori baik

sebanyak 8 responden (27%), kategori cukup sebanyak 10 responden (33%), dan kategori kurang

sebanyak 12 responden (40%). Jadi, pengetahuan siswa tentang pencegahan gigi berlubang dan

gusi berdarah termasuk kurang.

5.1.2.6  Psengetahuan responden tentang akibat tidak merawat gigi dan mulut yaitu kategori baik

sebanyak 26 responden (87%), kategori cukup tidak ada (0%), dan kategori kurang sebanyak 4

responden (13%). Jadi, pengetahuan siswa tentang makanan yang merusak gigi termasuk baik.

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpukan bahwa pembahasan tentang kesehatan gigi

dan mulut mayoritas siswa memiliki pengetahuan cukup yaitu 2 responden (7%) yang memilik

pengetahuan baik, 19 responden (63%) yang memiliki pengetahuan cukup, dan 9 responden

(30%) yang memiliki pengetahuan kurang dan  hampir seluruh responden pernah mendapatkan

informasi tentang kesehatan gigi dan mulut dan proses pengolahan data pada penelitian yang

dilaksanakan pada bulan juni sampai dengan juli 2010 di SDN Tanjung Riu Kecamatan Kurun

Kabupaten Gunung Mas dengan 30 responden.

5.2         Saran

5.2.1   Bagi Tempat penelitian

Hendaknya pihak sekolah lebih meningkatkan pengetahuan siswa/i tentang kesehatan gigi

dan mulut baik itu melalui pembelajaran pada waktu jam sekolah dan penyuluhan, supaya siswa

lebih mengetahui pentingnya belajar tentang kesehatan gigi dan mulut dan siswa lebih mengerti

akibat dari kesehatan gigi dan mulut.

5.2.2 Bagi penelitian selanjutnya

Page 13: Tingkat Pengetahuan Siswa Tentang Kesehatan Gigi Dan Mulut

               Diharapkan dari hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi peneliti lain yang akan

melakukan penelitian di masa yang akan datang yaitu sebagai bahan masukan mengenai

pengetahuan  tentang kesehatan gigi dan mulut serta untuk penelitian selanjutnya hendaknya

menggali lebih dalam lagi gambaran atau faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pengetahuan

anak SD tentang kesehatan gigi dan mulut serta tentang keterampilan dan sikap anak dalam

menjaga kesehatan gigi dan mulut.

DAFTAR PUSTAKA

Nursalam. 2000. Pendekatan Praktis Metodologi Riset Keperawatan. Jakarta : Agung setoNursalam Dan Pariani S. 2001. Pendekatan Praktis Metodologi Riset Keperawatan. Jakarta : Salemba

Medika.Herijulianti, Eliza dkk. 2001. Pendidikan Kesehatan Gigi. Jakarta: EGC

Notoatmodjo S. 2002. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : PT. Rineka        Cipta.                                                                                                        Notoatmodjo, S. 2003.Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta : Rineka          Cipta.                                                             2006. Kesehatan Gigi dan Mulut. http://bz.blogfam.com           (Diakses Mei 2010).                                                                                               Scott C. Litin, M. D. 2006. Panduan Kesehatan Keluarga. Ed. 1, Jakarta : Gramedia                                                                                                                                   Hidayat, A . Aziz Alimul . 2008. Riset Keperawatan dan Teknik Penulisan ilmiah Ed. 2. Jakarta : Salemba medika.                                                                                                                                                                                                 Wasis. 2008. Pedoman Riset Praktik Untuk Profesi

Page 14: Tingkat Pengetahuan Siswa Tentang Kesehatan Gigi Dan Mulut

Perawat. Jakarta : EGC                                              Ariany Suzanty, 2008. Jangan Abaikan Kesehatan Gigi dan Mulut.            http://www.pdgitangerang.com (Diakses Mei 2010).                                                                                         -                                                2008.Kesehatan Gigi dan Mulut.     http://abidinblog.blogspot.com (Diakses              Mei 2010).                                                                                                                                 Putriazka. 2008. Alwi, Hasan., Sugono, Dendi., Adiwirmata, Sri Suseki., 2003.     Kamus Besar       Bahasa Indonesia. Departemen Pendidikan Nasional dan           Balai Pustaka, Jakarta. http:    //Putriazka’s Weblog.com/ (Diakses 9 Maret        2010).                                                                                                              Adityawarman, 2008. Perawatan Kesehatan Gigi dan Mulut. http://www.dinkes-   kabtangerang.go.id (Diakses Juni 2010)                                                                                        PRO HEALTH. 2009. Pengetahuan dan Faktor-faktor Yang Mempengaruhi.             http://for better           health.wordpress.com (Diakses 10 Maret 2010).                                                                                2010. Pemeliharaan Kesehatan Gigi dan Mulut.  http://dokterkecil.wordpress.com (Diakses Juni 2010).                                                         Mozartha Martha. Berbagai Macam Makanan Penoda Gigi.             http://gigi.klikdokter.com (Diakses         Juni 2010).                                                                               2010. Kesehatan Gigi dan Mulut.  http://wartawarga.gunadarma.ac.id (Diakses Juli 2010).                                                                                                                              Nursalam. 2009. Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu          Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.                                                                                 2010. Penyebab dan Gejala Timbulnya Karies Gigi.       http://www.infogigi.com (Diakses Juni 2010)

Diposkan oleh Deloririasi Yeremia di 14:18Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook

0 komentar:Poskan Komentar

Posting Lebih BaruBeranda

Langgan: Poskan Komentar (Atom)Pengikut

Arsip Blog ▼  2011 (4)

o ▼  Maret (4)