PENGARUH BRAND CHARACTERISTIC, COMPANY CHARACTERISTIC DAN ...· sangat penting yang merupakan tujuan

download PENGARUH BRAND CHARACTERISTIC, COMPANY CHARACTERISTIC DAN ...· sangat penting yang merupakan tujuan

of 17

  • date post

    07-Mar-2019
  • Category

    Documents

  • view

    213
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of PENGARUH BRAND CHARACTERISTIC, COMPANY CHARACTERISTIC DAN ...· sangat penting yang merupakan tujuan

1

PENGARUH BRAND CHARACTERISTIC, COMPANY CHARACTERISTIC DAN

CONSUMER-BRAND CHARACTERISTIC TERHADAP BRAND LOYALTY

PRODUK HANDPHONE MEREK NOKIA

Anggie Dania Puteri

Fakultas Ekonomi, Universitas Gunadarma

Jl. Margonda Raya No.100, Depok

ABSTRAK

Seiring dengan berkembangnya teknologi dan persaingan yang semakin ketat, perusahaan

harus bisa bertahan hidup dan terus berkembang. Perusahaan harus mampu mempertahankan

loyalitas pelanggannya. Loyalitas pelanggan terhadap merek produk merupakan konsep yang

sangat penting yang merupakan tujuan inti yang diupayakan pemasar. Nokia adalah brand

ternama untuk gadget handphone dan telah menjadi market leader di Indonesia. Akan tetapi

dunia ponsel bukanlah milik Nokia sendiri, semakin banyak merek-merek pesaing

bermunculan yang siap menggeser pangsa pasar Nokia. Perusahaan tentu mengharapkan

produk yang diberikan mampu membuat konsumen percaya terhadap produk tersebut

sehingga muncul kepercayaan terhadap merek yang terdiri dari brand characteristic,

company characteristic, dan consumer-brand characteristic serta mampu menciptakan

kesetiaan terhadap merek tersebut.

Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data primer yang diperoleh dari 100

responden dengan menggunakan kuesioner. Teknik pengambilan sampel yang digunakan

adalah simple random sampling. Alat analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah

analisis regresi linier berganda.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara bersama-sama maupun parsial, brand

characteristic, company characteristic dan consumer-brand characteristic berpengaruh

signifikan terhadap brand loyalty produk handphone merek Nokia. Dari ketiga variabel

tersebut yang berpengaruh paling domian adalah consumer-brand characteristic diikuti oleh

brand characteristic dan company characteristic.

Kata kunci: brand characteristic; company characteristic; consumer-brand characteristic;

brand loyalty

ABSTRACT

Along with the development of technology and increasing competition, companies must be

able to survive and continue to thrive. Companies must be able to maintain the loyalty of its

customers. Customer loyalty to the brand product is a very important concept which is the

core objective pursued marketers. Nokia is the leading brand for mobile phones and gadgets

have become the market leader in Indonesia. But the world is not Nokia's own mobile

phones, more and more brands emerging competitors who are ready to shift Nokia's market

share. The Company would expect given product can make consumers believe in the product

so that it appears confidence in the brand which consists of characteristic brand, company

characteristic, and consumer-brand characteristic and able to create loyalty to the brand.

The data used in this study is primary data collected from 100 respondents using a

questionnaire. The sampling technique used was simple random sampling. The analytical tool

used in this study were multiple linear regression analysis.

2

The results showed that jointly or partially, characteristic brand, company and consumer-

brand characteristic characteristic significantly influence brand loyalty brand Nokia mobile

phone products. Of the three variables that influence the consumer-brand domian is

characteristic followed by a characteristic brand and company characteristic.

Key words: brand characteristic; company characteristic; consumer-brand characteristic;

brand loyalty

PENDAHULUAN

Kondisi persaingan yang semakin

ketat membuat setiap perusahaan harus

bisa bertahan hidup dan terus

berkembang. Perusahaan harus mampu

mempertahankan loyalitas pelanggannya.

Loyalitas pelanggan adalah kesetiaan

pelanggan akan suatu barang atau jasa

dengan melakukan pembelian ulang

barang atau jasa tersebut secara terus

menerus. Istilah loyalitas pelanggan

sebenarnya berasal dari loyalitas merek

yang mencerminkan loyalitas pelanggan

pada merek tertentu.

Menurut Kotler (2000), merek

adalah nama, istilah, tanda, simbol,

rancangan, atau kombinasi dari hal-hal

tersebut yang dimaksudkan untuk

mengidentifikasi barang atau jasa dari

seorang atau kelompok penjual dan untuk

membedakannya dari produk pesaing.

Merek akan mempunyai reputasi

jika memiliki kualitas. Loyalitas

pelanggan terhadap merek produk

merupakan konsep yang sangat penting

khususnya pada kondisi tingkat

persaingan yang sangat ketat dengan

pertumbuhan yang rendah. Pada kondisi

demikian loyalitas pada merek sangat

dibutuhkan agar perusahaan dapat

bertahan hidup.

Seiring dengan berkembangnya

teknologi, handphone (HP) atau ponsel

tidak hanya digunakan sebagai alat

telepon atau sms saja, tetapi konsumen

juga sudah memperhatikan fitur-fitur

lainnya. Selain itu, merek handphone pun

sudah menjadi pilihan gaya hidup mereka,

merek yang lebih terkenal

dikalangan masyarakat Indonesia maka

akan lebih diminati daripada merek

lainnya yang belum terkenal atau bahkan

tidak terkenal sama sekali.

Nokia adalah brand ternama untuk

gadget handphone di Indonesia dan sejak

dahulu telah menjadi penguasa pasar

ponsel dunia. Akan tetapi dunia ponsel

bukanlah milik Nokia sendiri, semakin

banyak merek-merek pesaing

bermunculan yang siap menggeser pangsa

pasar Nokia sebagai market leader

sementara, contohnya merek handphone

Blackberry, Iphone, Sony Ericsson,

Samsung, LG, dan lain-lain.

Perusahaan tentu mengharapkan

produk yang diberikan mampu membuat

konsumen untuk percaya terhadap produk

tersebut sehingga muncul kepercayaan

terhadap merek atau trust in a brand yang

terdiri dari brand characteristic, company

characteristic, dan consumer-brand

characteristic serta mampu menciptakan

kesetiaan terhadap merek atau brand

loyalty. Jadi, sebuah perusahaan dapat

mampu menjalankan bisnis karena telah

memperoleh konsumen yang setia

terhadap merek yang di keluarkan

perusahaan tersebut walaupun bersaing

dengan merek lain.

Berdasarkan latar belakang di atas,

penulis tertarik untuk membuat penelitian

dengan judul Pengaruh Brand

Characteristic, Company Characteristic

dan Consumer-Brand Characteristic

Terhadap Brand Loyalty Produk

Handphone Merek Nokia.

Berdasarkan latar belakang masalah

yang telah diuraikan, maka dapat

dirumuskan permasalahan sebagai

berikut.

1. Apakah variabel brand characteristic, company characteristic, dan

3

consumer-brand characteristic secara

bersama-sama berpengaruh signifikan

terhadap brand loyalty produk

handphone merek Nokia?

2. Apakah variabel brand characteristic, company characteristic, dan consumer-

brand characteristic secara parsial

berpengaruh signifikan terhadap brand

loyalty produk handphone merek

Nokia?

3. Variabel manakah yang paling dominan dalam memengaruhi brand loyalty

produk handphone merek Nokia?

Batasan masalah dalam penelitian ini hanya

berkaitan dengan variabel brand

characteristic, company characteristic, dan

consumer-brans characteristic yang dapat

memengaruhi brand loyalty produk

handphone merek Nokia.

TELAAH PUSTAKA

Merek

Menurut Kotler (2000), merek

adalah nama, istilah, tanda, simbol,

rancangan, atau kombinasi dari hal-hal

tersebut, yang dimaksudkan untuk

mengidentifikasi barang atau jasa dari

seorang atau kelompok penjual dan untuk

membedakannya dari produk pesaing.

Merek sebenarnya merupakan janji penjual

untuk secara konsisten memberikan

keistimewaan, manfaat, dan jasa tertentu

kepada pembeli. Merek-merek terbaik

memberikan jaminan mutu. Akan tetapi,

merek lebih dari sekadar simbol. Merek

merupakan alat penanda bagi produsen bisa

berupa nama, logo, trademark, atau

berbagai bentuk simbol lainnya yang

berguna untuk membedakan satu produk

dengan produk lainnya, juga akan

mempermudah konsumen dalam menganali

dan mengidentifikasi suatu produk.

Menurut Kotler (2000), Merek

dapat memiliki enam level pengertian yaitu

sebagai berikut.

1. Atribut Merek mengingatkan pada atribut

tertentu. Mercedes memberi kesan

sebagai mobil yang mahal, dibuat

dengan baik, dirancang dengan baik,

tahan lama, dan bergengsi tinggi.

1. Manfaat Bagi konsumen, kadang sebuah merek

tidak sekadar menyatakan atribut, tetapi

manfaat. Mereka membeli produk tidak

membeli atribut, tetapi membeli

manfaat. Atribut yang dimiliki oleh

suatu produk dapat diterjemahkan

menjadi manfaat fungsional dan atau

emosional. Sebagai contoh: atribut

tahan lama diterjemahkan menjadi

manfaat fungsional tidak perlu cepat

beli lagi, atribut mahal

diterjemahkan menjadi manfaat

emosiona