materi-ajar-seni-musik.pdf

19
Bahan Ajar MATA KULIAH SENI MUSIK WAWASAN SENI A. PENGERTIAN SENI Pada bab terdahulu bahwa seni atau kesenian adalah ekspresi gagasan atau perasan manusia yang diwujudkan melalui pola kelakuan yang menghasilkan karya yang bersifat estetis dan bermakna. Dari pengertian tersebut atau dari pendapat para ahli fdapat disimpulkan bahwa: - seni merupakan kegiatan ekspresi rohani/jiwa/gagasan perasaan manusia. - seni merupakan penciptaan yang menghasilkan karya. - seni merupakan karya yang memiliki nilai estetis - seni merupakan karya yang memiliki makna simbolis. B. FUNGSI SENI Fungsi seni dapat dibedakan menjadi dua yaitu a. Fungsi indifidual Fungsi indifidual ada dua yaitu: 1. Pemenuhan kebutuhan fisik Dalam hal ini seni berfungsi untuk memenuhi kebutuhan nyata seseorang .Misalnya seni bangunan tempat tinggal, dekorasi memperindah ruangan ,seni menata makanan ,seni berpakaiyan dll 2. Pemenuhan kebutuhan emosional. Seni berfungsi untuk memenuhi kebutuhan yang tidak nyata.Misalnya mengapresiasi karya lukisan dan karya musik yang hasilnya berupa kepuasan atau sebaliknya. b. Fungsi Sosial Berarti bahwa seni merupakan sarana komunikasi antara seniman dengan penikmat seni,serta lingkungan. Fungsi sosial ada empat yaitu : 1. Bidang rekreasi, seni dapat berfungsi untuk menhilangkan kejenuhan. Misalnya nonton konser, menonton seni tari atau teater. 2. Bidang komunikasi, seniman berkomunikasi melalui karyanya dengan penikmat seni, dan lingkungannya, misalnya kita memahami lukisan seseorang, menghayati lagu orang lain dan sebagainya. 3. Bidang keagamaan, seni tidak terpisahkan dari kehidupan beragama, misalnya, seni baca Al Qur’an, pujian Nasyid, karya kaligrafi, dan lain-lain. 4. Bidang pendidikan, kemampuan dasar yang dapat dikembangkan melalui seni meliputi : a. Perkembangan fisik adalah kemampuan gerak motorik seperti, menggambar, membentuk, memotong, menari, dan lain-lain. b. Daya serap yaitu kemampuan merespon dan menyerap kesan yang di terangkan ke dalam lukisan , menyerap gerak sesama penari, reaksi lawan main dalam drama dan sebagainya. c. Emosi berkaitan dengan kemampuan manusia mengungkapkan perasaan secara bebas dan spontan,misalnya sebuah lagu sering kalki merupakan tumpahan emosi pengalaman pencipta. d. Daya cipta atau kreatifitas berkaitan dengan kemampuan manusia berfikir kretif unik dan khas.

description

materi-ajar-seni-musik.pdf

Transcript of materi-ajar-seni-musik.pdf

Page 1: materi-ajar-seni-musik.pdf

Bahan Ajar MATA KULIAH SENI MUSIK

WAWASAN SENI

A. PENGERTIAN SENI Pada bab terdahulu bahwa seni atau kesenian adalah ekspresi gagasan atau perasan

manusia yang diwujudkan melalui pola kelakuan yang menghasilkan karya yang bersifat

estetis dan bermakna.

Dari pengertian tersebut atau dari pendapat para ahli fdapat disimpulkan bahwa:

- seni merupakan kegiatan ekspresi rohani/jiwa/gagasan perasaan manusia.

- seni merupakan penciptaan yang menghasilkan karya.

- seni merupakan karya yang memiliki nilai estetis

- seni merupakan karya yang memiliki makna simbolis.

B. FUNGSI SENI Fungsi seni dapat dibedakan menjadi dua yaitu

a. Fungsi indifidual

Fungsi indifidual ada dua yaitu:

1. Pemenuhan kebutuhan fisik

Dalam hal ini seni berfungsi untuk memenuhi kebutuhan nyata seseorang .Misalnya

seni bangunan tempat tinggal, dekorasi memperindah ruangan ,seni menata makanan

,seni berpakaiyan dll

2. Pemenuhan kebutuhan emosional.

Seni berfungsi untuk memenuhi kebutuhan yang tidak nyata.Misalnya mengapresiasi

karya lukisan dan karya musik yang hasilnya berupa kepuasan atau sebaliknya.

b. Fungsi Sosial

Berarti bahwa seni merupakan sarana komunikasi antara seniman dengan penikmat

seni,serta lingkungan.

Fungsi sosial ada empat yaitu :

1. Bidang rekreasi, seni dapat berfungsi untuk menhilangkan kejenuhan. Misalnya

nonton konser, menonton seni tari atau teater.

2. Bidang komunikasi, seniman berkomunikasi melalui karyanya dengan penikmat seni,

dan lingkungannya, misalnya kita memahami lukisan seseorang, menghayati lagu

orang lain dan sebagainya.

3. Bidang keagamaan, seni tidak terpisahkan dari kehidupan beragama, misalnya, seni

baca Al Qur’an, pujian Nasyid, karya kaligrafi, dan lain-lain.

4. Bidang pendidikan, kemampuan dasar yang dapat dikembangkan melalui seni

meliputi :

a. Perkembangan fisik adalah kemampuan gerak motorik seperti, menggambar,

membentuk, memotong, menari, dan lain-lain.

b. Daya serap yaitu kemampuan merespon dan menyerap kesan yang di

terangkan ke dalam lukisan , menyerap gerak sesama penari, reaksi lawan

main dalam drama dan sebagainya.

c. Emosi berkaitan dengan kemampuan manusia mengungkapkan perasaan

secara bebas dan spontan,misalnya sebuah lagu sering kalki merupakan

tumpahan emosi pengalaman pencipta.

d. Daya cipta atau kreatifitas berkaitan dengan kemampuan manusia berfikir

kretif unik dan khas.

Page 2: materi-ajar-seni-musik.pdf

C. TUJUAN SENI Seni bertujuan sebagai :

a. Media ekspresi

Tujuan penciptaan karya seni semata-mata untuk keperluan pemuasan emosi dan batri

penikmat serta senimannya, seni ditujukan untuk seni semata.

b. Media komersial

Dalam hal ini faktor keuntungan materi sangat diperhitungkan. walaupun demikian, unsur

keindahan tetap diperhatikan karena unsur ini dapat menaikkan harga karya tersebut.

Contoh:

- Busana dirancang sesuai mode masa kini tentu memiliki nilai jual lebih tinggi denga

mode yang biasa.

- Kaset lagu yang dikemas dengan baik akan lebih menarik perhatian

Klasifikasi ALat Musik

Klasifikasi alat musik menurut sumber bunyi

1. Idiophone adalah alat musik yang sumber bunyinya berasal dari alat itu sendiri.

2. Membranphone adalah alat musik yang sumber bunyinya berasal dari getaran

membran/kulit/selaput.

3. Cordophone adalah alat musik yang sumber bunyinya berasal dari getar dawai

atau senar.

5. Airophone adalah alat musik yang sumber bunyinya dari getaran udara.

6. Electrophone adalah alat musik uang perantara bunyinya melalui listrik.

Contoh alat musik membranphone

1. Beduk

Beduk atau juga dikenali sebagai tabuh merupakan sebuah gendang yang digunakan bagi

menandakan masuk waktu solat di surau atau masjid pada zaman dahulu. Juga

digunakan sebagai alat muzik semasa upacara rasmi pada suatu masa dahulu. Pada

kebiasaannya ia diperbuat daripada bingkai kayu nangka ditebuk, dan hanya sebelah

bukan dipasang kulit.

2. Kendang atau gendang

Kendang, atau gendang adalah salah satu alat musik dalam gamelan jawa yang berfungsi

mengatur irama dan termasuk dalam kelompok “membranofon” yaitu alat musik yang

sumber bunyinya berasal dari selaput kulit atau bahan lainnya.

Page 3: materi-ajar-seni-musik.pdf

3. Rebana

Rebana adalah gendang berbentuk bundar dan pipih. Bingkai berbentuk lingkaran dari kayu

yang dibubut, dengan salah satu sisi untuk ditepuk berlapis kulit kambing. Kesenian di

Malaysia, Brunei, Indonesia dan Singapura yang sering memakai rebana adalah musik

irama padang pasir, misalnya, gambus, kasidah dan hadroh.

4. Bass drum

Drum bass merupakan instrumen drum dalam keluarga instrumen musik perkusi

dengandiameter berukuran besar untuk menghasilkan suara dalam intonasi nada rendah

(bass). Terdapattigaklasifikasi umum atas drum bass: drum bas konser, 'kick' drum ,

danpitched bass drum. Jenis yang umum dilihat atau didengar dalam penampilan

orkestra atau concert band adalah drum bass konser. 'Kick' drum merupakan drum bass

pada drumkit yang dilengkapi pedal. Picthed bass drum atau disebut pula marching bass

drum umumnya digunakan dalam grup marching band, biasanya terdiri dalam beberapa

ukuran dengan intonasi nada tertentu yang dapat diatur. Dalam permainan marching

band, beberapa pitched drum bass (3 sampai dengan 5 buah drum bass) dalam ukuran

berbeda digunakan bersama-sama.

5. Jimbe

Jimbe adalah sejenis alat musik ketipung yang terbuat dari kulit. Dalam jaman sekarang,

jimbe banyak dijumpai dalam musik aliran reggae. Pembawaannya yang menarik

membuat alat musik ini enak didengar jika dipadukan dengan alat musik yang lain

6. Maruas

Maruas merupakan sejenis alat musik dalam keluarga gendhang, yang mempunyai bingkai

kayu dan bertutup dengan belulang pada kedua belah permukaannya.

7. Tifa

Tifa adalah sejenis alat musik tradisional yang sangat terkenal di daerah Indonesia bagian

timur, khususnya Papua. Biasanya tifa digunakan sebagai pelengkap tarian selamat

datang di Papua. Selain itu, tifa juga digunakan sebagai pengiring upacara tradisional

khas Papua.

8. Gedombak

Gedombak merupakan sejenis alat musik dalam keluarga gendhang, yang mempunyai

bingkai kayu dan bertutup dengan belulang pada bukaan besar.

Gedombak biasanya dimainkan secara duduk, dengan gedombak diletakkan di bawah ketiak.

Ia dimainkan dengan memalu secara langsung menggunakan tangan. Gedombak

dimainkan secara berkumpulan bersama-sama beberapa peralatan muzik yang lain

Page 4: materi-ajar-seni-musik.pdf

9. Kompang

Kompang ialah sejenis alat muzik tradisional yang paling popular bagi masyarakat Melayu.

Ia tergolong dalam kumpulan alat musik gendhang.Kulit kompang biasanya diperbuat

daripada kulit kambing.

10. Tambo

Tambo adalah alat musik tradisional Aceh. Tambo terbuat dari batang iboh, kulit sapi,

dan rotan sebagai alat peregang kulit. Bentuknya sejenis tambur dan dimainkan dengan

cara dipukul. Di zaman dulu, tambo berfungsi sebagai alat komunikasi untuk

menandakan waktu shalat atau sembayang dan untuk mengumpulkan warga ke

Meunasah guna membicarakan masalah-masalah kampung. Saat ini, tambo sudah

jarang digunakan karena adanya teknologi modern berupa mikrofon.

Contoh alat musik airophone

1. Terompet

Terompet adalah alat musik tiup logam. Terletak pada jajaran tertinggi di antara tuba,

eufonium, trombon, sousafon, French horn, dan Bariton. Terompet di-pitch di B♭.Terompet hanya memiliki tiga tombol, dan pemain trompet harus menyesuaikan

embouchure untuk mendapatkan nada yang berbeda.

2. Klarinet

Klarinet adalah instrumen musik dari keluarga woodwind. Namanya diambil dari

penambahan akhiran "-et" yang berarti "kecil" pada kata Itali "clarino" yang berarti

"trompet". Sama seperti saksofon, klarinet dimainkan dengan menggunakan satu reed.

Klarinet merupakan keluarga instrumen terbesar, dengan ukuran dan pitch yang

berbeda-beda. Kata klarinet umumnya merujuk pada soprano klarinet B♭, yang

merupakan klarinet terumum.

Pemain klarinet disebut klarinetis.

3. Suling

Suling adalah alat musik dari keluarga alat musik tiup kayu. Suara suling berciri lembut

dan dapat dipadukan dengan alat musik lainnya dengan baik.

Suling modern untuk para ahli umumnya terbuat dari perak, emas atau campuran

keduanya. Sedangkan suling untuk pelajar umumnya terbuat dari nikel-perak, atau

logam yang dilapisi perak

4. Saxophone

Saksofon adalah instrumen yang masih tergolong dalam keluarga woodwind. Saksofon

biasanya terbuat dari logam dan dimainkan menggunakan single-reed seperti klarinet.

Saksofon umumnya dihubungkan dengan popular music, big band music dan jazz, tapi

awalnya ditujukan sebagai instrumen orkestra dan band militer.

5. Trombon

Trombon adalah alat musik tiup logam. Seperti pada alat musik tiup logam lainnya,

suara dihasilkan dengan menggetarkan bibir.

Kata trombon diambil dari bahasa Itali tromba (terompet) dan -one (akhiran yang

Page 5: materi-ajar-seni-musik.pdf

berarti besar), maka secara bahasa tulis arti trombon adalah "terompet besar".

Pemain trombon disebut trombonis.

6. Harmonika

Harmonika adalah sebuah alat musik yang paling mudah dimainkan. Hanya tinggal

meniup dan menghisapnya harmonika akan mengeluarkan suara yang cukup

bagus.Harmonika berasal dari alat musik tradisional China yang bernama 'Sheng' yang

telah digunakan 5000 tahun yang lalu sejak kekaisaran Nyu-kwa

7. Horn

Dikenal di Amerika Serikat sebagai alto horn, di Inggris sebagai Tenor Horn, dan di

Jerman sebagai althorn merupakan instrumen musik tiup yang termasuk dalam

keluarga tiup logam.

8. Pianika

Pianika adalah salah satu alat musik gabungan yang ditiup dan ditekan. Sama halnya

dengan piano yang memiliki tuts nada namun bedanya pianika itu akan berbunyi jika

ditiup.

9. Keledi

alat musik yang tebuat dari labi dan bamabu yang dimainkan dengan cara di tiup, alat ni

berasal dari suku dayak bagian hulu

10. Obo

Hoboe adalah alat musik double reed jenis woodwind. Ia adalah keturunan dari shawm.

Dibandingkan dengan instrumen woodwind lainnya, obo memiliki suara yang jernih

dan melengking. Suara obo dapat terdengar jelas dalam ansambel yang besar sehingga

suaranya dapat dengan mudah didengar ketika tuning.

Contoh alat musik Cordophone

1. Gitar

Gitar adalaha l a t m u s i k berdawai yang dimainkan dengan jari-jemarit a n g a n

a t a u s e b u a h plektrum( a l a t p e t i k g i t a r ) . Bunyinya dihasilkan dari senar-senar

yang bergetar

2. Biola

Biola adalah alat musik dawai yang dimainkan dengan cara digesek. Biola

memilikiempat senar (G-D-A-E) yang disetel berbeda. Dengan interval sempurna

kelima.

3. Kecapi

Ukulele adalah alat musik petik sejenis gitar berukuran kecil,sekitar 20 inci, dan

merupakan alat musik asli Hawai ditemukansekitar tahun 1879.

Page 6: materi-ajar-seni-musik.pdf

4. Harpa

alat musik petik, Bentuknya tinggi,umumnya berwarna emas, dan

memilikisenar.Biasanya berbentuk dasar segitiga. Seringkali hadir bersamaandengan

orkessimphony, bersamaan dengan suaravokal, suaraflute,atau bisa juga dengan jazz

bass dan drum.

5. Ukulele

Ukulele adalah alat musik petik sejenis gitar berukuran kecil,sekitar 20 inci, dan

merupakan alat musik asli Hawai ditemukansekitar tahun 1879.

6. Cello

alat musik gesek dan anggotadarikeluarga biola. Orang yang memainkan cello

disebut cellis.sebagai instrumen tunggal, dalammusik kamar,dan juga sebagai

fondasi dalam suaraorkestra modern

7. Banjo

Banjo adalah alat musik petik yang dikembangkan oleh budak AfrikadiAmerika

Serikat,dan merupakan gabungan beberapa alat musik Afrika.

8. Siter

siter adalahalat musik petik di dalamgamelanJawa. Siter memiliki 11 pasang senar,

direntang kedua sisinya di antarakotak resonator. Ciri khasnya satu senar disetel

nada pelogdansenar lainnya dengan nadaslendro.

9. Rebab

Rebab adalahalat musik gesek yang biasanya menggunakan 2atau 3dawai,alat musik ini

adalah alat musik yang berasal dariTimur Tengahdan mulai digunakan diAsia

Tenggara. A l a t m u s i k y a n g menggunakan penggesek dan mempunyai tiga atau

dua utas talidari dawai logam (tembaga) ini badannya menggunakan

kayunangkad a n b e r o n g g a d i b a g i a n d a l a m d i t u t u p d e n g a n

k u l i t lembuyang dikeringkan sebagai pengerassuara.

10. Sasando

Sasando adalah sebuah alat musik dari Nusa Tenggara Timur tepatnya dari Pulau

Rote. Sasando berbentuk seperti Harpa, dengan media pemantul suara terbuat dari daun

Pohon Gebang yang dilekuk menjadi setengah melingkar. Tempat senar-senar diikat

terbuat dari bambu yang keras, penahan senar yang sekaligus sebagai pengatur nada

senar juga terbuat dari bambu. Batang bambu itu lalu diikat menyatu dengan daun

Gebang yang dibuat melingkar tadi. Wadah ini merupakan tempat resonansi sasando

Contoh alat musik idiophone

1. Triangel

alat musik idiophone keluarga perkusi.dimainkan dengan memukul nya dengan

pemukul kecil

Page 7: materi-ajar-seni-musik.pdf

2. Drum

Drum terdiri dari hollowed out potong (disebut tubuh), yang memanjang pada ujung

drum, dan tombol tuning atau pasak yang stiffens atau loosens selaput yang berbeda

untuk mencapai nada. YAng mengahsilkan suara saat kita bermain drum adalah pada

saat kita memukul gendang selaput tersebut.

3. Kulintang

Kulintang merupakan alat musik tradisional dari Pulau Sulawesi di Indonesia. Itu

terbuat dari berbagai jenis kayu. Untuk mengoperasikan kulintang, kita harus

menggunakan sepasang spesifik untuk tekan pemukul kulintang, seperti bermain

xilofon, untuk menghasilkan musik. Ada empat jenis pemukul, masing-masing khusus

untuk beroperasi setiap jenis kulintang. Empat jenis pemukul panjang dan berbeda

dalam ukuran.

4. Belira

belira adalah alat musik yang dimainkan dengan cara dipukul, dan biasa digunakan

pada drum band

5. Hit-hat Cymbal

merupakan 2 lempengan cymbal yang di gabungkan menjadi satu bagian. Biasanya

kedua bagian itu mempunyai ukuran yang sama, tapi bagi beberapa drummer mereka

lebih senang memakai hi-hat yang berbeda ukuran. Fungsi dari hi-hat sangat penting

sekali, sebab hi-hat mempunyai peranan mengatur tempo/waktu dalam permainnan.

Pada jaman dulu drummer belum mengenal hi-hat , tetapi “Low boy “ ( letaknya di

bawah ). Hi-hat muncul pada pertengahan decade 20-an ( dikatakan hi-hat karena

bentuknya seperti topi tinggi ).

6. Gong

terbuat dari tembaga yang dicat keemasan. pada penggunaannya digantungkan dan di

ikat pada tiang kayu. pada pembuataannya gong belum memiliki nada, untuk mencari

nada yang pas, gong akan dikerok dan dihaluskan sampai tipis hingga ditemukan nada

yang pas.

7. Angklung

Dalam rumpun kesenian yang menggunakan alat musik dari bambu dikenal jenis

kesenian yang disebut angklung. Adapun jenis bambu yang biasa digunakan sebagai

alat musik tersebut adalah awi wulung (bambu berwarna hitam) dan awi temen (bambu

berwarna putih). Purwa rupa alat musik angklung; tiap nada (laras) dihasilkan dari

bunyi tabung bambunya yang berbentuk wilahan (batangan) setiap ruas bambu dari

ukuran kecil hingga besar.

8. Calempong kampar

TALEMPONG adalah alat musik perkusi yang terbuat dari logam, perunggu, atau besi,

berbentuk bundar, terdapat di daerah Kuantan dan Riau.Talempong ini

berbentuk bundar pada bagian bawahnya berlobang sedangkan pada bagian atasnya

terdapat bundaran yang menonjol berdiameter lima sentimeter sebagai tempat untuk

dipukul. Talempong memiliki nada yang berbeda-beda. Bunyi dihasilkan dari sepasang

kayu yang dipukulkan pada permukaannya.

Page 8: materi-ajar-seni-musik.pdf

9. Gamelan

Gamelan adalah musik yang tercipta dari paduan bunyi gong, kenong dan alat musik

Jawa lainnya.

Irama musik yang lembut dan mencerminkan keselarasan hidup orang Jawa akan segera

menyapa dan menenangkan jiwa begitu didengar.

10. Cabassa

alat musik yang penggunaannya dengan cara diguncang dalam genggaman tangan

Contoh alat musik electrophone

1. Keyboard

2. Guitar Listrik

3. Bass Listrik

4. Drum Electrik

5. Dll.

alat musik yang penggunaannya dengan memakai arus listrik

Page 9: materi-ajar-seni-musik.pdf

KONSEP, DAN PENTINGNYA SENI MUSIK

PEMBELAJARAN SENI MUSIK

Ruang lingkup isi pembelajaran seni musik mencangkup apresiasi karya seni musik

dan mengekspresikan diri melalui karya seni musik. Oleh karena itu wawasan umum yang

luas tentang musik dan bagaimana mengembangkan materi ajar musik, akan membantu guru

dalam melaksanakan pencapaian kompetensi dasar seni musik. Untuk cakupan apresiasi guru

perlu memahami bagaimana mengembangkan kegiatan apresiasi siswa, antara lain membahas

musik, jenisnya, serta hal hal yang menyangkut analisa keindahan dan keunikan musik.

Tahapan apresiasi juga diperlukan untuk membimbing siswa melakukan kegiatan apresiasi.

1. mengembangkan bahan ajar apresiasi dan berkarya musik;

2. menjelaskan prosedur apresiasi dan berkarya seni musik;

3. melakukan kegiatan apresiasi dan berkarya seni musik sesuai dengan karakteristik

siswa sekolah menengah; serta

4. merancang dan mempergelarkan karya musik.

A. Wawasan Seni Musik

Musik adalah bahasa bunyi yang sangat nyata dalam menyampaikan segala sesuatu

yang terpendam dalam pikiran dan hati seseorang, sehingga para pendengar musik menjadi

paham terhadap apa yang disampaikan oleh pemusik, meskipun musik tersebut tidak

menggunakan syair berupa rangkaian kata-kata. Bunyi yang terdengar dapat mewakili

perasaan yang sedih, duka, kecewa, haru, tertekan, gembira, suka cita, riang, hingga sesuatu

yang agung dan menakjubkan. Tanpa bunyi, musik tidak akan pernah ada. Pemahaman ke

arah pengetahuan musik yang paling mendasar adalah mengenal unsur-unsur musik.

1. Unsur Musik

Unsur-unsur musik yang utama adalah bunyi, nada, irama, melodi, harmoni dan bentuk lagu.

Sedangkan unsur ekspresi musik adalah tempo, dinamika, warna dan cara memproduksi nada.

a. Unsur Utama

1) Bunyi dan Nada

Gejala bunyi atau suara menyertai seluruh kehidupan kita sehari-hari. Disebut bunyi

karena ada peristiwa getaran dari sumbernya. Bunyi dengan getaran yang teratur akan

merupakan susunan rangkaian nada. Rangkaian nada yang digunakan untuk mengungkapkan

gagasan pencipta musik akan terdengar teratur, berurutan dan berirama.

Nada sendiri adalah bunyi yang dihasilkan oleh sumber bunyi yang memiliki

kecepatan getar yang teratur. Kecepatan getaran ini disebut frekuensi dan dapat diukur

dengan menghitung jumlah getaran dalam 1 detik, misalnya 200 getaran dalam dalam 1 detik.

Frekuensi ini ditulis dengan menggunakan istilah cycles per second sehingga menjadi 200

cycles per second ( 200 c/s). Nada biasanya disusun oleh pencipta musik dengan

memperhatikan beberapa hal, yaitu :

a) Tinggi rendahnya suatu nada, yaitu menurut getaran atau resonansi pada setiap detiknya.

Nada yang paling rendah memiliki frekuensi 16 c/s, sedangkan nada yang paling tinggi

memiliki frekuensi sampai 5000 c/s. Tinggi nada ini sering disebut dengan istilah pitch.

Page 10: materi-ajar-seni-musik.pdf

Jika kita bunyikan nada A yang memiliki frekuensi 440 c/s kemudian juga kita bunyikan

nada A yang memiliki frekuensi 2 kali lipat yaitu 880 c/s, maka yang kita dengar adalah

dua bunyi yang cirinya sama akan tetapi tinggi nadanya/pitchnya berbeda.

b) Panjang pendeknya nada yang tergantung dari lamanya suatu getaran.

c) keras dan lembutnya suatu nada.

d) Bentuk dari suatu nada atau timbre yang didasarkan pada jenis, tempat atau sumber

getaran suara/bunyi misalnya berasal dari sebuah alat musik.

e) Sistem nada digunakan untuk menentukan tangga nadanya. Sistem nada adalah susunan

rangkaian nada yang berurutan dengan perbedaan yang tertentu dan teratur. Di dalam

jarak dua nada yang perbandingan frekuensinya dua kali lipat dapat dibunyikan beberapa

nada yang berurutan. Jika dalam jarak dua nada yang perbandingan frekuensinya dua kali

lipat tersebut tersusun atas lima buah nada yang tinggi nadanya berbeda, maka sistem

nadanya disebut pentatonik, dan susunan urutan nada-nada tersebut disebut tangganada

pentatonik. Contohnya di Jawa ada tangganada pentatonik dengan laras pelog dan ada

pula tangganada pentatonik yang memiliki laras slendro. Sedangkan jika dalam jarak dua

nada yang perbandingan frekuensinya dua kali lipat tersebut tersusun atas tujuh buah nada

yang memiliki dua macam jarak nada (interval satu dan interval setengah) maka sistem

nadanya disebut diatonik, dan susunan urutan nada-nada tersebut disebut tangganada

diatonik. Di dalam tangganada diatonik terdapat juga nada-nada kromatis yaitu nada atau

not yang dinaikkan atau diturunkan setengah nada. Berdasarkan pola interval yang

bermacam-macam itulah dalam tangganada diatonik dikenal nada dasar, nada mayor

ataupun nada minor.

2) Irama

Irama adalah rangkaian gerak yang menjadi unsur dasar dalam musik maupun tari.

Irama di dalam musik terbentuk karena perpaduan bunyi dan diam dengan selang waktu yang

bermacam-macam, yang dalam suatu kesatuan musik sering disebut dengan istilah tempo.

Irama juga hadir dalam musik terkait dengan pulsa, tempo, durasi (panjang-pendek

setiap bunyi) dari rangkaian not-not tertentu. Contohnya adalah bunyi para penumbuk padi

merupakan sebuah rangkaian ketukan bunyi yang secara terus menerus, teratur dalam tempo

tertentu. Ketukan yang ritmis tersebut adalah pulsa. coba anda rasakan ketukan dari ayunan

antan yang membentur lesung. Tentu terasa ada sebuah denyut irama yang jelas. Ketukan

atau denyut nada yang terasa tersebut disebut beat. Dapat juga dipahami sebagai tekanan

pukulan yang terasa dalam sebuah musik yang dapat merangsang bagian tubuh kita

(kaki,tangan, atau kepala) bergoyang pada waktu musik atau lagu dilantunkan. Ketukan

kadang terasa jelas dan mudah untuk diikuti seperti merasakan bass drum pada marching

band.

Beberapa hal yang terkait dengan unsur irama antara lain :

a) Pulsa

Pulsa dapat dianalogikan sebagaimana denyut jantung yang kadang terasa menekan

dan kadang tidak terasa; peganglah pergelangan tangan dan rasakan denyut nadi. Tentu akan

merasakan yang timbul dan hilang secara teratur, maka pulsa dalam musik kadang secara

jelas terdengar (terasa ketukannya) tetapi kadang tidak terasa. Pulsa dapat juga dianalogikan

seperti rangkaian lampu sistem seri yang secara berurutan menyala bergantian. Ketika

Page 11: materi-ajar-seni-musik.pdf

menyanyikan syair lagu yang diikuti dengan tepukan tangan, tentu kita merasakan adanya

pulsa dalam lagu tersebut. Di samping itu, juga terasa adanya tempo.

b) Tempo

Tempo adalah kecepatan gerak pulsa dalam musik atau lagu; seperti rasa lambat,

sedang, atau cepat. Di dalam musik berbagai macam jenis tempo dikenal dengan berbagai

macam istilah dari bahasa Itali. Tempo yang menunjukkan cepat lambatnya irama sebuah

lagu atau musik dapat dibedakan menjadi :

Irama cepat atau tempo cepat :

Cepat (allegro), agak cepat (allegretto), lebih cepat (allegrissmo), cepat sekali

(presto), makin cepat (accelerando).

Irama sedang atau tempo sedang :

Sedang (moderato), sedang agak cepat (allegro moderato), sedang agak perlahan

(andante).

Irama lambat atau tempo lambat :

Lambat (largo), lebih lambat sedikit (largissimo), cukup lambat (largeto),

sangat lambat dan sedih (grave), makin lambat (ritardando).

Tempo Iringan yang sering disebut dengan ritmis iringan, antara lain :

Fotrot, Waltz/Wals, Rock beat, Samba, Hustle, Disco, Keroncong, Blues,

Melayu/Dangdut, Gambus, Japin dan sebagainya.Contoh lain yaitu dari gamelan

Jawa, ada irama lancaran, ketawang dan ladrang.

c) Durasi

Durasi adalah Panjang-pendek nada yang terbentuk dari lama suatu nada dibunyikan.

Panjang nada dihitung dengan satuan ketukan yang sifatnya relatif. Satuan ketukan seperti

ketika kita melangkah (derap kaki). Coba langkahkan kaki satu kali, dan teman lain

melangkah tiga kali, atau ada tema yang lain melangkah empat kali. Perhatikan perbedaan

panjang jarak dari masing-masing langkah.

d) Birama

Birama adalah alunan musik yang terasa adanya ketukan yang teratur atau tetap

secara berulang-ulang, ketukan yang terasa itu seringkali disebut dengan istilah maat.

Pengertian lain birama (measure) adalah istilah yang digunakan untuk menetapkan jumlah

kelompok ketukan berdasarkan skema dasar ketukan.

Birama ditulis setelah tanda mula, dengan bentuk angka, dan dinamakan tanda

birama. Tanda birama adalah tanda yang menunjukkan banyaknya ketukan yang terdap[at

dalam satu birama dan satu titinada yang digunakan untuk mendapat satu ketuk. Macam-

macam skema ketukan.

Ketukan 2/4, angka 2 menunjukkan dua ketukan tiap birama.

Ketukan 3/4, angka 3 menunjukkan tiga ketukan tiap birama.

Page 12: materi-ajar-seni-musik.pdf

e) Metrum

Ketika anda menyanyikan suatu lagu, beberapa beat (tekanan) terasa lebih kuat

dibanding dengan beat yang lainnya, dan tekanan tersebut secara teratur muncul setiap

hitungan tertentu, misalnya 2 , 3, atau 4. Perhatikan, garis tegak yang menyela jumlah beat

dan menjadi penanda awal atau akhir beat. Beat yang mendapatkan tekanan (ketukan yang

terasa berat) di sebut dengan downbeat.

Pola pengulangan beat yang bertekanan kuat dengan tekanan pada hitungan tertentu,

jika ada measure (satuan birama) mempunyai 2 beat, disebut duple meter, menghitungnya 1-

2, 1-2, 1-2, dan seterusnya. Pola 3 beat pada measure dinamakan triple meter, cara

menghitungnya sebagai berikut 1-2-3, 1-2-3, 1-2-3, dan seterusnya.

Pola metrum yang terdiri dari 4 beat disebut quadruple meter, cara menghitungnya

sebagai berikut 1-2-3-4, 1-2-3-4, 1-2-3-4, dan seterusnya.

3) Melodi

Melodi adalah rangkaian nada-nada yang berbunyi secara berurutan secara teratur

dan mengungkapkan ide atau gagasan tertentu. Gagasan yang terungkap dalam melodi

disebut “Tema”. Rangkaian nada-nada dalam melodi bergerak maju dengan tata bunyi yang

naik – turun, atau bergerak di tempat atau berkesan mendatar. Bentuk susunan nada-nada

yang bersifat melodis dapat terdengar naik-turun dan kadang melangkah dengan lompatan

tertentu, sehingga mengakibatkan perbedaan tinggi nada yang disebut Interval. Beberapa

variasi melodi antara lain: Melodi yang dibentuk dengan nada naik – turun; Melodi yang

dibentuk dengan lompatan nada; dan Melodi yang dibentuk dengan nada-nada yang bergerak

di tempat.

4) Harmoni

Harmoni adalah suatu bunyi serempak yang sekurang-kurangnya terjadi dari dua buah

not/nada yang berlainan. Dua buah nada atau lebih yang berlainan tingginya dan dimainkan

serempak ini dasarnya adalah trinada atau achord/akor. Misalnya not : 1, 3 dan 5 dibunyikan

secara serempak. Bila nada-nada yang berbeda yang ada dalam achord tertentu dibunyikan

serempak, maka akan menghasilkan suara yang selaras, menyatu dan enak didengar.

Beberapa harmoni yang dapat digunakan dalam permainan musik antara lain adalah

tekstur, monofoni, homofoni, polifoni, kanon, diskan, dron, ostinasi, paduan suara, mosdulasi

dan transposisi.

a) Tekstur adalah bentuk jaringan penggabungan unsur-unsur melodi dan harmoni yang

menghasilkan mutu suara berat atau ringan, tebal atau tipis.

b) Monofoni adalah bentuk melodi tunggal yang tidak memakai iringan atau

akompanyemen.

c) Homofoni adalah bentuk sebuah garis melodi yang didukung oleh iringan atau

akompanyemen dengan menggunakan achord-achord ataupun bentuk lain.

d) Polifoni adalah bentuk permainan dua atau beberapa melodi yang berbeda kemudian

dinyanyikan/dimainkan bersama.

e) Kanon adalah sebuah lagu dengan jaringan harmonik yang berbentuk peniruan suatu

bagian lagu, yang dinyanyikan bersama dengan bagian lagu yang lain secara susul

menyusul.

f) Diskan adalah melodi kedua yang ditambahkan, biasanya diatas melodi asli.

Page 13: materi-ajar-seni-musik.pdf

g) Dron adalah bunyi nada bas panjang sebagai iringan. (Drone = dengungan)

h) Ostinasi adalah pola-pola bunyi yang berulang-ulang. Ada ostinasi irama ada pula ostinasi

melodi.

i) Paduan suara adalah perpaduan dua suara atau lebih dalam nyanyian bersama. Penyanyi

paduan suara biasanya dikelompokkan berdasarkan wilayah suara masing-masing. Suara

anak-anak : pada umumnya senada dengan suara sedang wanita atau mezzo sopran;

Suara wanita : suara tinggi disebut sopran suara sedang disebut mezzo sopran; suara

rendah disebut alto; Suara pria : suara tinggi disebut tenor, suara sedang disebut baritone,

suara rendah disebut bass.

j) Modulasi adalah proses pemindahan suatu tangga nada ke tangga nada yang lain di dalam

suatu lagu.

k) Transposisi adalah pemindahan tangga nada dalam memainkan, menyanyikan atau

menuliskan sebuah lagu dari tangga nada aslinya tetapi lagunya tetap sama. Transposisi

digunakan untuk menyesuaikan wilayah nada lagu dengan wilayah suara penyanyi atau

wilayah nada alat musik yang akan digunakan.

5) Bentuk Struktur Lagu

Sebuah lagu selalu terdiri atas beberapa kalimat musik. Jumlah kalimat musik inipun

ada yang sedikit ada yang banyak, ada yang diulang, ada yang divariasikan seperti kalau kita

melihat rangkaian kata-kata dalam puisi. Seorang composer akan selalu memperhatikan

secara detail pengaturan antara kata-kata dalam lagu dengan kompisisi musik secara

keseluruhan, yang dimaksudkan sebagai struktur lagu.

Struktur lagu ini sebenarnya merupakan susunan atau hubungan antara unsur-unsur

musik sehingga menghasilkan komposisi musik yang bermakna. Dasar pembentukan

musik/lagu ini mencakup pengulangan suatu bagian lagu (repetisi), pengulangan dengan

berbagai macam perubahan (variasi, sekuens), atau menambah bagian baru yang berlainan

atau berlawanan (kontras) dengan selalu memperhatikan keseimbangan antara pengulangan

dan perubahannya. Struktur musik/lagu ini merupakan suatu keseluruhan yang menyatukan

musik/lagu yang dibuat sehingga ada keutuhan. Banyak kode-kode tulis yang digunakan oleh

komponis untuk membentuk struktur lagu/musik. Cobalah anda kaji.

a. Unsur Ekspresi

Ekspresi merupakan pernyataan perasaan ataupun ungkapan pikiran yang diwujudkan

oleh seorang pencipta lagu ataupun oleh penyanyinya yang disampaikan kepada

pendengarnya. Ada beberapa istilah yang digunakan untuk menyatakan ekspresi musik/lagu,

antara lain : Agito (bergerak),Amabile (menarik), Animato (berjiwa), Bravura (gagah

perkasa), Cantato (merayu), Con anima (bersemangat), Conbrilliante (dengan kegemilangan),

Conspirito (dengan semangat), Contabile (merdu dan syahdu), Devoto (khidmat),

Dolce(halus dan manis), Doloroso (pilu dan sedih), serta masih banyak yang lain. Cobalah

anda cari dari banyak buku.

Ekspresi dalam musik/lagu mencakup semua nuansa musik mulai dari tempo, dinamika dan

warna nada.

1) Tempo adalah kecepatan irama musik yang telah dibicarakan di depan.

Page 14: materi-ajar-seni-musik.pdf

2) Dinamika adalah keras lunak serta tinggi rendahnya suara agar dicapai suara yang

lembut, keras atau kuat. Sedangkan warna nada sangat tergantung dari bahan atau sumber

suara serta gaya atau cara memproduksi nadanya.

3) warna nada dan cara memproduksi nada

Selanjutnya yang dimaksud warna nada adalah ciri khas suatu bunyi yang dihasilkan oleh

suatu sumber bunyi dengan cara memproduksi nada yang bermacam-macam. Misalnya

produksi nada yang dilakukan pada sebuah gitar. Nada yang sama dilakukan dengan cara

dipetik dengan jari tanpa kena kuku, kemudian dipetik lagi dengan menggunakan jari dan

kena kuku, disamping itu kita petik lagi dengan menggunakan plectrum (alat pemetik gitar).

Maka dari ketiga petikan gitar tersebut akan menghasilkan warna nada yang berbeda.

Demikian pula yang terjadi pada suara manusia ataupun alat-alat musik lainnya. Alat gesek

yang dibedakan cara menggeseknya, kadang-kadang sedikit disentakkan, kadang-kadang

gesekannya diperhalus. Juga pada cara meniup alat tiup, ada yang tiupannnya merata ada

yang terputus-putus serta banyak kemungkinan lain yang dapat dilakukan untuk

menghasilkan warna nada yang berbeda-beda.

B. Apresiasi Seni Musik

Kompetensi apresiasi mengidentifikasi jenis lagu daerah setempat; Menampilkan sikap

apresiatif terhadap keunikan lagu daerah setempat; 1. Mengidentifikasi ragam musik

daerah setempat; Menunjukkan sikap apresiatif terhadap keunikan seni musik daerah

setempat, 2. Mengidentifikasi jenis lagu Nusantara; Menampilkan sikap apresiatif terhadap

keunikan lagu Nusantara; 3. Mengidentifikasi jenis karya seni musik tradisional Nusantara;

4. Menampilkan sikap apresiatif terhadap keunikan seni musik tradisional Nusantara; 5.

Mengidentifikasi lagu mancanegara di Asia; 6. Menampilkan sikap apresiatif terhadap

keunikan lagu mancanegara di Asia; 7. Mengidentifikasi jenis karya seni musik

mancanegara di luar Asia; 8. Menampilkan sikap apresiatif terhadap keunikan seni musik

mancanegara di luar Asia.

Identifikasi dapat dilakukan dengan cara menonton, membaca buku, membuka internet,

mengamati foto maupun melihat vcd.

Contoh setelah dapat diidentifikasi beberapa lagu atau musik, misalnya perlu dijelaskan

lagu/musik tersebut termasuk jenis apa? Oleh karena itu coba baca ragam musik berikut

1. Ragam Musik

Musik memiliki berbagai ragam. Ada ragam musik yang menonjolkan sifat kedaerahan

atau etnis, misalnya musik talempong dari minangkabau, musik gondang dari batak, atau

musik gambang kromong dari betawi. Ada pula ragam musik klasik barat, misalnya musik-

musik karya Ludwig van Beethoven dan W.A. Mozart. Ragam musik populer lainnya adalah

kroncong, musik dangdut, atau musik pop. Ragam musik berbeda-beda ini disajikan untuk

memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat, antara lain adalah:

a. Musik yang tergolong regional adalah musik yang dari segi sejarah, bahasa, atau budaya

mempunyai hubungan erat dengan suatu wilayah atau kelompok etnik tertentu di

Indonesia . Musik regional ini bisa merupakan musik populer atau musik tradisional,

bergantung pada elemen-elemen dasar yang terkandung dalam musik tersebut serta cara

musik tersebut disebarluaskan.

Page 15: materi-ajar-seni-musik.pdf

b. Musik yang tergolong nasional adalah musik yang ditunjukkan pada semua orang

Indonesia tanpa dikait-kaitkan dengan suatu wilayah maupun etnis tertentu. Musik

nasional adalah musik yang menggunakan bahasa Indonesia, yang tidak merujuk kepada

kesukuan dan kedaerahan, dan juga tidak menonjolkan unsur-unsur musikal yang hanya

umum di suatu daerah. Dalam kategori musik nasional dapat dimasukkan genre musik

pop Indonesia, kroncong, dangdut dan sebagian besar musik keagamaan.

c. Musik tradisional yaitu genre musik yang susunan musik, idiom atau gaya, dan elemen-

elemen dasar komposisinya tidak diambil dari repertoar atau sistem musikal di luar

Indonesia. Semua musik tradisional di Indonesia berakar pada salah satu atau beberapa

suku di wilayah Indonesia. Semua musik tradisional merupakan musik regional atau

daerah.

2. Ragam alat Musik

Banyak jenis musik populer di indonesia memiliki kekhasan dalam perangkat alat-alat

musiknya, antara lain :

a. Alat musik Gendang. Beberapa jenis musik populer yang berkembang di

indonesia merupakan jenis yang lahir dari proses pencampuran dari berbagai jenis

alat musik atau teknik memainkan alat musik. Pada musik dangdut misalnya, ada

gendang ganda yang secara fisik mirip dengan bongo, walaupun musik dalam

dangdut disebut ketipung.

b. Alat musik Dawai. Seperti halnya instrumen gendang, keberadaan instrumen

musik dawai dalam perkembangannya musik populer di indonesia juga sangat

berarti. Alat dawai seperti gitar, mandolin, ukelele, biola, dan cello adalah

beberapa jenis alat musik yang penting dalam ensambel musik kroncong. Alat

musik ini semuanya dari eropa dan masuk ke indonesia. Dalam perkembangan

musik, adakalanya alat musik dawai tradisional juga dipakai misalnya gambus,

oud, hasapi, kecapi, dan sebagainya.

c. Alat musik Tiup. Instrumen tiup adalah semua instrumen yang bunyinya

diproduksi melalui proses peniupan udara lewat lobang tiup (baik yang

menggunakan mouth-piece, reed (lidah getar), maupun jenis flute yang tidak

menggunakan lidah getar). Udara menjadi sumber getar utama dalam instrumen.

Ada beberapa jenis musik tradisional Indonesia yang dewasa ini mengalami

proses perkembangan dan masuk dalam industri musik populer. Diantaranya

adalah suling bambu. Demikian juga halnya dengan alat musik jenis recorder dan

end-blown flute. Misalnya bansi dan saluang dari minangkabau yang sering

digunakan dalam jenis musik pop daerah.

d. Alat musik Idiofon. Idiofon adalah kelompok instrumen musik yang sumber

bunyinya berasal dari badan alat musik itu sendiri. Ada kelompok instrumen

idiofon yang tidak memainkan melodi, misalnya gong, simbal, triangle, dan lain-

lain. Tetapi ada juga kelompok instrumen ini yang disusun untuk dapat

menghasilkan rangkaian nada-nada sehingga dapat memainkan melodi. Beberapa

contoh instrumen dimaksud adalah rangkaian gong kecil : talempong di

minagkabau; bonang di jawa, bali, sunda dan kutai; totobuang di ambon; meko di

rote; kentangan di kalimantan timur; dan masih banyak lagi.

e. Alat musik Keyboard. Instrumen keyboard, yaitu instrumen yang memiliki tuts

atau kunci-jujur, sudah lama masuk ke indonesia. Beberapa instrumen tipe

keyboard yang masuk melalui jalur pendidikan dan penyebaran agama kristen dan

katolik, antara lain piano dan orgen. Sementara itu, yang masuk melalui jalur

pengaruh seni pertunjukkan, antara lain akordion dan harmonium. Instrumen ini

Page 16: materi-ajar-seni-musik.pdf

memberi warna dalam musik orkes melayu di kawasan selat malaka, samrah di

betawi, dan gamat di sumatera barat.

f. Vokal. Corak atau warna suara sering disebut timbre atau tone color. Setiap orang

memiliki warna suara vokal yang khas dan unik. Namun dalam ekspresi musikal

suatu masyarakat, kadangkala terjadi kecenderungan untuk menyamakan teknik

bernyanyi karena adanya penyesuaian dengan corak komunal. Hal ini sering juga

memberi pengaruh dalam teknik bernyanyi seseorang. Jika ditinjau dari sisi

jumlah, penyanyi satu orang yang disebut solo, dua orang yang disebut duet, atau

tiga trio, empat kuartet, lima kwintet, enam sextet, tujuh septet, delapan oktet dan

sembilan nonet. Jika lebih banyak dari sembilan orang disebut paduan suara

(choir). Mereka kadang menyanyi dengan iringan alat musik. Namun bisa juga

mereka hanya bernyanyi rampak (acappella), tanpa iringan alat-alat musik.

Warnanya jadi menyatu satu dengan yang lain.

C. Berkarya musik

Kompetensi berkarya musik mengaransir secara sederhana karya lagu daerah setempat;

Menampilkan hasil aransemen karya lagu daerah setempat; 1. Mengaransir secara

sederhana lagu daerah setempat; Menyajikan karya seni musik daerah setempat secara

perseorangan dan berkelompok di kelas; 2. Mengaransir secara sederhana lagu Nusantara

dalam bentuk ansambel; Menampilkan hasil aransemen lagu Nusantara dalam bentuk

ansambel; 3. Mengaransir secara sederhana lagu tradisi Nusantara; Menyiapkan seni musik

tradisional Nusantara untuk disajikan secara perseorangan dan kelompok di kelas atau

sekolah; Menyajikan karya seni musik tradisional Nusantara secara perseorangan dan

berkelompok di kelas atau sekolah; 4. Mengaransir lagu mancanegara di Asia; sm 2

Menampilkan hasil aransemen lagu mancanegara di Asia; 5. Mengaransir lagu

mancanegara; Menyiapkan karya seni musik mancanegara untuk disajikan secara

perseorangan dan berkelompok di kelas atau di sekolah; Menampilkan karya seni musik

mancanegara secara perseorangan dan berkelompok di kelas atau di sekolah, Sebagai langkah

awal kegiatan berkarya adalah bernyanyi.

1. Bernyanyi

Bernyanyi merupakan kegiatan yang menyenangkan bagi siswa, dan pengalaman bernyanyi

ini memberikan kepuasan kepadanya. Bernyanyi merupakan alat bagi siswa untuk

mengungkapkan pikiran dan perasaannya. Oleh sebab itu kegiatan bernyanyi ini merupakan

hal yang penting di sekolah. Waktu masuk sekolah, siswa yang sudah banyak memperoleh

pengalaman musik sebelumnya, dapat bernyanyi dengan cukup baik. Agar dapat bernyanyi

dengan baik, siswa harus mempelajari dasar-dasar bernyanyi yang mencakup sikap badan,

pernapasan, pembentukan suara, pengucapan dan resonansi.

Pada hakekatnya tiap siswa dapat belajar bernyanyi. Ada yang belum dapat bernyanyi

menurut waktu yang tepat, di samping itu ada pula yang dapat bernyanyi tetapi cenderung

menggunakan nada yang salah. Pengetahuan tentang macam-macam ketidak tepatan

menyanyi perlu dipahami guru, supaya dapat membantu siswa bernyanyi dengan baik.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam berolah vokal

a. Sikap badan

Page 17: materi-ajar-seni-musik.pdf

Sikap badan seorang vokalis yang membawakan lagu penting, karena anatomi

berpengaruh pada proses produksi suara. Sikap badan yang menunjang produksi suara

dalam pembawaan lagu dibedakan menjadi dua yakni:

1). Sikap badan ketika menyanyi dengan duduk, cara ini merupakan cara yang umum

dilakukan oleh vokalis etnik (Jawa, Sunda, dan Bali). Sikap duduk ketika bernyanyi

dilakukan dengan cara, yaitu lutut ditekuk ke bawah dan diduduki (untuk

perempuan) dan bersila untuk laki-laki. Posisi kepala pada waktu menyanyi dengan

cara duduk atau berdiri harus tegak sempurna, pandangan mata dan air muka tenang,

agar alat atau sistem produksi suara sempurna. Tulang punggung tegak dan bagian

dada dibuka, konsentrasi dipusatkan sehingga sirkulasi pernapasan berjalan dengan

lancar

2). Sikap badan ketika menyanyi dilakukan dengan cara berdiri, yakni seperti para

penyanyi pada umumnya, dilakukan dengan posisi badan berdiri tegak diusahakan

badan dalam keadaan tegak; posisi badan berat badan dalam kondisi seimbang,

yaitu dengan cara bertumpu pada ke dua kaki. Sikap tubuh rileks, tidak kaku.

b. Pernapasan

Pernapasan adalah cara pengaturan napas dalam menyajikan lagu. Bagian tubuh yang

bekerja sama untuk menjalankan pernapasan disebut sistem pernapasan, adalah hidung,

kerongkongan, batang tenggorokan, pipa udara atau bronkus di dada, dan paru-paru.

Bernapas membutuhkan kekuatan otot-otot pernapasan yang disebut diafragma, yaitu

berbentuk seperti kubah di bagian bawah dada. Ketika menghirup udara, diafragma mendatar

dan paru-paru membesar. Paru-paru menghisap udara menuruni batang tenggorokan. Pada

waktu yang sama otot tulang rusuk mengangkat tulang rusuk sehingga membuat paru-paru

membesar pula. Ketika membuang udara, otot diafragma dan tulang rusuk mengendur. Paru-

paru yang meregang menjadi kendor kembali.

Ketika bernyanyi dorongan ekspresi yang diperlukan adalah pengaturan volume yang

bertumpu pada penggunaan energi untuk memproduksi suara. Energi disuport dari kerja

pernapasan. Pada posisi bernyanyi napas disiapkan secara maksimal agar tinggi nada dapat

dicapai secara sempurna. Sebaliknya pada nada-nada rendah, volume suara jangan

dipaksakan keras karena akan mengakibatkan kesan bunyi yang tertekan.

Ketika melantunkan nada-nada rendah pernapasan vokal cenderung diproses dibagian

dada dengan dukungan otot dan pernapasan diafragma dan pernapasan perut. Pada penyajian

nada sedang maka pernapasan dada, diafragma dan perut berkoordinasi secara seimbang,

sedangkan penyajian nada tinggi koordinasi pernapasan lebih banyak dibagian diafragma

yang didukung dengan pernapasan perut. Pada situasi ini otot perut juga berperan

mendukung tenaga dalam pembawaan nada tinggi dan dalam pembentukan ornamen vokal.

3) Penempatan Suara Vokal Etnik (placement)

Placement atau cara penempatan suara dalam vokal pada dasarnya dipengaruhi oleh

cara rongga mulut dalam mengarahkan suara ke bagian rongga tertentu atau yang disebut

bagian resonansi. Ke tiga resonansi tersebut antara lain resonansi kepala, resonansi tengah

dan resonansi dada. Peranan ke tiga resonansi tersebut pada prakteknya tidak berdiri sendiri,

melainkan selalu merupakan kerjasama diantara ke tiganya dalam menyuarakan vokal.

4) Diksi dan Artikulasi

Page 18: materi-ajar-seni-musik.pdf

Diksi dalam vokal memiliki pengertian bagaimana pilihan dan penghayatan dari

kata-kata dan ragam pengekspresian ucapan sewaktu bernyanyi. Diksi didukung oleh posisi

pengucapan lafal. Terdapat dua katagori pengucapan, yaitu fonem vokal dan konsonan.

Fonem vokal terbentuk oleh posisi ruang resonansi mulut yang diubah-ubah, posisi bibir, dan

posisi maju mundurnya lidah dalam rongga mulut ketika pengucapan syair lagu. Posisi

pengucapan atau lafal dalam menyajikan lagu ditentukan oleh tinggi nada, legato dan

sejenisnya. Pengucapan fonem vokal /a/i/u/e/o/ẽ/ seringkali menjadi bergeser akibat pengaruh

tinggi nada. Jika kita bernyanyi, suara yang ke luar dari mulut disebut Vokal. Vokal

merupakan kualitas suara manusia hasil dari latihan sehingga mempunyai kualitas nada

tertentu untuk menyanyikan sebuah lagu.

Perhatikan bentuk-bentuk mulut kita waktu kita berkata, perbedaan bentuk mutut

mengakibatkan terjadinya suara yang bermacam-macam.

2. Bermain Musik

Bermain musik memberikan pengalaman yang dapat meningkatkan minat siswa

dalam pelajaran musik. Alat musik dapat dikelompokkan menjadi alat musik irama, alat

musik melodi dan alat musik harmoni. Walaupun cara memainkan alat musik ini bermacam-

macam, tapi ada dasar yang umum untuk langkah-langkah mengajarkannya. Pertama kita

harus menunjukkan kepada siswa bagaimana bunyi masing-masing alat musik itu, dan kedua

memperlihatkan cara membunyikannya. Kita dapat membantu murid meningkatkan

pengertian mereka tentang bunyi dan mendemostrasikan cara menghasilkan bunyi yang

dikehendaki. Di bawah ini akan kita tinjau masing-masing alat musik irama, alat musik

melodi dan alat musik harmoni.

a. Alat musik irama : termasuk alat perkusi tidak bernada, yang dibunyikan pada umumnya

dengan cara memukul, mengocok atau mengguncang dan menggesekkan. Contoh alat

musik irama yaitu genderang, tambur, tamburin, triangle, kastanyet, dan simbal.

b. Alat musik melody : alat ini digunakan setelah siswa menguasai beberapa syarat urutan

kemampuan, sampai mempunyai bayangan nada. Penanaman bayangan nada pertama kita

lakukan dengan menyanyikan lagu-lagu yang diberikan. Dari lagu-lagu yang dikuasai

siswa, kita mulai memberikan solmisasi lagu-lagu itu secara bertahap melalui

pendengaran dan ingatan. Setelah solmisasi lagu dikuasai, kemudian diajarkan cara

membunyikan alat musik melodi. Macam alat musik melodi yaitu glockenspiel, recorder

dan pianica.

c. Alat musik harmoni : merupakan alat yang dapat menghasilkan bunyi-bunyi akor yang

dikehendaki. Bunyi-bunyi akor digunakan untuk mengiringi lagu-lagu. Alat musik yang

dapat menghasilkan bunyi akor ini bermacam-macam, seperti harmonika, ukulele,

otoharpa, akordeon, piano, organ dan gitar.

Secara sederhana formasi instrumentasi dapat dibuat sebagai berikut :

Formasi alat musik tunggal, bisa terdiri atas sebuah gitar atau sebuah keyboard saja.

Formasi dua alat musik. Kedua alat musik itu biasanya adalah alat melodis. Tetapi

dalam peranannya yang satu memainkan melodi, sedangkan yang lainnya memainkan

iringan harmoni.

Page 19: materi-ajar-seni-musik.pdf

Formasi tiga alat musik, bisa merupakan instrumen melodis atau harmonis. Namun

sering juga merupakan kombinasi dua instrumen dan sebuah alat ritmis, misalnya

gendang atau instrumen perkusi lainnya.

Formasi combo atau band, terdiri atas satu atau dua gitar elektrik, satu bass elektrik,

satu set drum dan dengan atau tanpa keyboard

Formasi big band, terdiri atas perangkat combo ditambahkan beberapa alat musik tiup

minimal satu trompet,satu trombon dan satu saksofon. Bisa juga ditambahkan alat

perkusi misalnya conga. Tamborin, bongo dan lainnya

Formasi orkes, terdiri atas kelompok alat musik gesek (string section), kelompok alat

musik tiup (brass section dan horn section), serta kelompok alat musik perkusi

(percussion section) dengan atau tanpa combo. Biasanya dipimpin oleh seorang

pengaba (conductor).

Cobalah putar beberapa vcd musik atau lagu dari sebuah kaset! Selanjutnya coba

mengaransement beberapa lagu/musik secara sederhana, dan mainkan bersama teman teman

anda.