Cara Kerja Thermostat Mobil

download Cara Kerja Thermostat Mobil

of 24

  • date post

    03-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    506
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Cara Kerja Thermostat Mobil

CARA KERJA THERMOSTAT MOBIL

SWITCH TEMPERATUR/SWITCH FAN RADIATOR DAN THERMOSTAT

THERMOSTAT MOBIL Thermostat sangat penting untuk kendaraan bermotor maupun motor bakar apa saja yang menggunakan sistem pendingan air.

CARA KERJA THERMOSTAT : Apabila mesin masih dingin waktu dihidupkan, air di radiator tidak mengalir ke ruang mesin, karena termostat menutup saluran tersebut. Dan bila temperatur mendekati suhu 90 derajat termostat mulai membuka sehingga air yang masih dingin di radiator dipompa ke ruang pendingin mesin. Karena ada pompa, maka air itu beredar dari mesin ke radiator dan dari radiator ke mesin, bila kendaraan sedang jalan menurun, temperatur mulai dingin dan termostat menutup, jika temperatur dalam mesin panas lagi, termostat akan kembali membuka dan mengalirkan air dingin ke mesin, demikian seterusnya sehingga dapat dikatakan bahwa thermostat adalah alat yang mengatur agar suhu mesin selalu stabil.

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN ( KELEMAHAN ) PEMASANGAN THERMOSTAT MESIN MOBIL :

Kerugian ( Akibat Buruk ) Thermostat Mobil di Buka/di Copot : Umur mesin mobil menjadi lebih pendek karena pergantian suhu panas dingin yang cukup besar, mempercepat keausan pada mesin.

Kekurangan/Kerugian/Kelemahan Thermostat di Pasang: Thermostat adalah salah satu komponen mobil yang tetap memiliki keterbatasan usia pakai, yang jadi masalah adalah kapan dan dimana thermostat mobil kita akan rusak kita tidak pernah tahu. Gejala Thermostat mobil akan rusak apakah kita tahu? Pada saat Thermostat mobil rusak, katup buka tutup untuk mengalirkan air panas dan air dingin menjadi tidak berfungsi sehingga mesin mobil menjadi panas/overheating.

Kelebihan Thermostat Mobil di Copot/Di buka : Mesin Mobil menjadi lebih dingin, peluang untuk mesin mobil panas (Overheating) menjadi lebih sedikit

Pada merek mobil tertentu menggunakan aluminium sebagai bahan pipa/sirip pendinginnya. Hal ini dimaksudkan agar pendinginan menjadi lebih baik dan bobot lebih ringan.Tetapi ternyata ketika terjadi kebocoran pada pipa/sirip pendinginnya, semua bengkel radiator termasuk yang paling terkenal pun menyerah untuk menambalnya. Semua bengkel radiator menyarankan untuk mengganti dengan unit yang baru atau merubahnya menjadi radiator berbahan kuningan/tembaga.Menurut mereka, jika ditambal dengan las aluminium, maka pipa/sirip lain disekitar pipa/sirip yang bocor akan ikut meleleh karena tipisnya pipa/sirip aluminium tersebut. Tidak seperti jika menambal pipa/sirip radiator yang terbuat dari bahan kuningan/tembaga.Ketika masalah bocor ini terjadi pada radiator aluminium mobilku, sempat pusing dan letih untuk mencari bengkel radiator yang mampu menambalnya. Saya tidak boleh habis akal akhirnya.. ketemu solusinya, dan kucoba jelaskan kepada montir senior di bengkel tersebut, akhirnya si montir tersebut mengangguk dan mau mengerjakannya.Radiator ada yang bekerja secara Vertikal dan Horisontal, dapat dilihat dari pipa/sirip nya. Jika Vertikal, maka air mengalir dari lubang masuk atas kemudian turun dan keluar melalui pipa keluar.Jika Horisontal, maka air akan mengalir ke arah samping.Proses pendinginan yang terjadi di radiator adalah air mengalir dari lubang masuk kemudian terbagi-bagi melalui pipa/sirip pendingin mengalir ke lubang keluar dengan kondisi sudah lebih dingin dibanding ketika air tersebut masuk ke radiator.tetapi untuk lebih menjaga agar aman dan dalam jangka waktu yg lama, apabila nanti ditambal dengan system ini malah mengurangi pendinginan pada mesin (karna untuk menambal pasti akan mematikan beberapa pipa ) dianjurkan untuk mengganti dengan yang berbahan kuningan/tembaga.

Rutin Dirawat Radiator Bebas Karat

RADIATOR merupakan salah satu komponen penting pada mesin kendaraan. Karena perangkat inilah yang bertugas menjaga suhu mesin tetap berada pada temperatur kerja ideal. Radiator umumnya kini terbuat dari material aluminium. Selain bobot yang lebih ringan, aluminium memiliki sifat menyerap dan melepaskan panas lebih cepat dibanding tembaga.

Walaupun terbuat dari aluminium, radiator tak lepas dari ancaman korosi yang menyebabkan kebocoran. Untuk mencegah hal itu, radiator perlu diperhatikan dengan menjaga level air pendingin ( coolant) di tabung reservoir tetap berada pada batas normal (diantara garis Full dan Low).

Untuk mencegah terjadinya korosi, hindari menambah air radiator dengan air sumur/air tanah. Pasalnya, air sumur mengandung berbagai unsur mineral yang bersifat korosif jika terkena logam, termasuk aluminium. Gunakanlah air suling atau air murni (H2O)/ air aki dalam botol berwarna biru atau dengan radiator coolant.

Setelah kendaraan dijalankan selama setahun, periksalah kondisi air dengan membuka tutup radiator. Kuraslah jika sekiranya warna coolant telah berubah (umumnya radiator coolant berwarna hijau cerah jernih kekuningan dan merah jernih. Lakukan pada saat mesin dingin.

Untuk proses pengurasan yang sempurna, gunakanlah cairan pembilas radiator ( radiator flush yang banyak dijual di pasar swalayan dan toko asesoris).

Bukalah tutup radiator dilanjutkan dengan membuka baut lubang penguras yang berada di bagian bawah radiator. Kemudian ambil selang air dan masukkan ke lubang tutup radiator hingga air yang keluar dari lubang pengurasan nampak jernih.

Setelah itu hidupkan mesin agar air bersirkulasi dalam mesin agar kotoran dan serpihan yang berada dalam sistem pendinginan terbawa keluar lewat lubang pengurasan. Setelah air kembali jernih, matikan mesin kemudian hentikan pasokan air dan tutuplah lubang pengurasan.

Sebelum menambahkan radiator flush, bacalah petunjuknya dengan seksama baru kemudian lakukan sesuai anjuran. Umumnya pada kemasan produk menganjurkan untuk menghidupkan mesin beberapa saat setelah cairan tercampur dalam radiator.

Setelah mencapai waktu yang ditentukan, matikan mesin dan lakukan lagi proses pengurasan seperti pada langkah pertama dan ketika air pembilasan telah jernih, matikan mesin dan hentikan pasokan air tanpa harus menutup lubang pengurasan. Setelah radiator kering, tutuplah lubang pengurasan dengan sempurna dan siapkan air suling dan radiator coolant.

Sebelum melanjutkan kegiatan, jangan lupa membaca petunjuk pada kemasan radiator coolant. Pasalnya, beberapa produk ada yang diformulasikan tanpa harus mencampurnya dengan air suling lagi, sehingga lebih praktis. Bila harus dicampurkan biasanya dengan perbandingan 50:50.

Setelah coolant dituangkan ke dalam radiator hingga penuh, nyalakan mesin dan naikkan rpm perlahan agar air dalam radiator bersirkulasi. Tambahkan coolant bila air menyusut. Proses ini berguna untuk mengusir adanya gelembung udara yang terjebak dalam sistem.

Ketika air dalam radiator tidak lagi menyusut saat putaran mesin dinaikkan, matikan mesin dan intip kembali lubang radiator apakah terjadi penyusutan air dan tambahkan jika benar.

Sebelum Anda menutupnya, periksa tutup radiator. Jika terdapat kerusakan, gantilah dengan yang sesuai. Pasalnya tutup radiator tidak hanya berfungsi sebagai penutup.

Ia memiliki dua buah katup yang berfungsi untuk mengalirkan air dari radiator ke tabung reservoir pada saat panas dan menghisap air dari reservoir ketika dingin dan terjadi kevakuman pada radiator.

Proses ini, selain untuk menjaga tekanan air pada radiator tetap stabil, juga berguna membuang gelembung-gelembung udara yang terjebak dalam sistem. Oleh karena itu setelah proses pengurasan selesai, hidupkan mesin hingga jarum indikator temperatur mesin mencapai kondisi ideal.Selamat mencoba.Bagian-bagian sistem pendinginan air yang penting dan perlu dipelihara/diservis adalah: Radiator, Tutup radiator, Pompa air, Kipas, Katup termostat, Tangki reservoir

a. Radiator

Radiator pada sistem pendinginan berfungsi untuk mendinginkan air atau membuang panas air ke udara melalui sisrip-sirip pendinginnya. Konstruksi radiator dapat dilihat pada gambar 8.

Gambar 8. Konstruksi radiator

Konstruksi radiator terdiri dari:

1) Tangki atas

Tangki atas berfungsi untuk menampung air yang telah panas dari mesin. Tangki atas dilerngkapi dengan lubang pengisian, pipa pembuangan dan saluran masuk dari mesin. Lubang pengisian harus ditutup dengan tutup radiator. Pipa pembuangan untuk mengalirkan kelebihan air dalam sistem pendinginan yang disebabkan oleh ekspansi panas dari air keluar atau ke tangki reservoir. Saluran masuk ditempatkan agak keujung tangki atas.

2) Inti radiator (radiator core)

Inti radiator berfungsi untuk membuang panas dari air ke udara agar suhu air lebih rendah dari sebelumnya. Inti radiator terdiri dari pipa-pipa air untuk mengalirka air dari tangki atas ke tangki bawah dan sisrip-sirip pendingin untuk membuang panas air dalam pipa-pipa air. Udara juga dialirkan diantara sirip-sirip pendingin agar pembuangan panas secepat mungkin. Warna inti radiator dibuat hitam agar pepindahan panas radiasi dapat terjadi sebesar mungkin. Besar kecilnya inti radiator tergantung pada kapasitas mesin dan jumlah pipa-pipa air dan sisrip-siripnya

3) Tangki bawah

Tangki bawah berfungsi untuk menampung air yang telah didinginkan oleh inti radiator dan selanjutnya disalurkan ke mesin melalui pompa. Pada tangki bawah juga dipasangkan saluran air yang berhubungan dengan pompa air dan saluran pembuangan untuk membuang air radiator pada saat membersihkan radiator dan melepas radiator.

b. Tutup Radiator

Tutup radiator berfungsi untuk menaikkan titik didih air pendingin dengan jalan menahan ekspansi air pada saat air menjadi panas sehingga tekanan air menjadi lebih tinggi daripada tekanan uadar luar. Di samping itu pada sistem pendinginan tetrutup, tutup radiator berfungsi untuk mempertahankan air pendingin dalam sistem meskipun dalam keadaan dingin atau panas. Untuk maksud tersebut tutup radiator dilengkapi dengan katup pengatur tekanan (relief